Breaking News:

Berita Surabaya

Selama Juli 2021, Jatim Inflasi 0,17 Persen, Tertinggi di Kabupaten Sumenep

BPS Jatim melaporkan, berdasarkan pemantauan terhadap perubahan harga pada tingkat konsumen selama bulan Juli 2021 di delapan kota

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Cak Sur
Istimewa
Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim melaporkan, berdasarkan pemantauan terhadap perubahan harga pada tingkat konsumen selama bulan Juli 2021 di delapan kota IHK (Indeks Harga Konsumen) Jawa Timur menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau, sehingga mendorong terjadi kenaikan IHK sebesar 0,17 persen. Yaitu dari 105,62 pada bulan Juni 2021, menjadi 105,80 pada bulan Juli 2021.

Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, enam kota mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 0,42 persen dan inflasi
terendah terjadi di Kota Malang dan Madiun masing-masing sebesar 0,11 persen.

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran," ujar Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan kepada awak media dalam presscon secara virtual, Senin (2/8/21).

Dadang menjelaskan, dari sebelas kelompok pengeluaran, sepuluh kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok sisanya mengalami deflasi.

Kata dia, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok pendidikan sebesar 0,82 persen, diikuti kelompok kesehatan sebesar 0,70 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,30 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga dan kelompok transportasi masing-masing sebesar 0,09 persen.

Kemudian juga disusul, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen, kelompok pakaian dan alas kaki dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga masing-masing sebesar 0,02 persen serta dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,01 persen.

"Adapun jika dilihat dari tingkat inflasi tahun ke tahun atau Juli 2021 terhadap Juli 2020, Jatim inflasi sebesar 1,65 persen," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved