Breaking News:

Olimpiade Tokyo 2020

Perjuangan Apriyani Rahayu Pakai Raket Bekas, Ibu Meninggal hingga Raih Emas Olimpiade Tokyo 2020

Perjuangan Apriyani Rahayu menjadi atlet bulutangkis hingga kini meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 tidak lah mudah. 

Editor: Musahadah
Alexander nemenov/AFP
Greysia Polii/Apriyani Rahayu memamerkan medali emas ganda putri bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020. Berikut ini perjuangan Apriyani Rahayu. 

SURYA.CO.ID - Perjuangan Apriyani Rahayu menjadi atlet bulutangkis hingga kini meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 tidak lah mudah. 

Pasangan Greysia Polii ini harus jatuh bangun, bahkan sempat hampir putus asa mengejar cita-citanya.

Bungsu dari empat bersaudara ini juga sempat terpuruk saat tengah bertanding, mendapat kabar sang ibu meninggal dunia. 

Namun, berkat kegigihan dan semangatnya, Apriyani Rahayu kini menjadi ganda putri peraih medali emas Olimpiade Tokyp 2020 bersama Greysia  Polii.

Berikut kisah perjuangan Apriyani selengkapnya: 

Baca juga: Sosok Amiruddin Pora, Ayah Apriyani Rahayu Pebulutangkis yang Berlaga di Final Olimpiade Tokyo 2020

1. Pakai raket bekas  

Amiruddin Pora, ayah Apriyani Rahayu menceritakan masa kecil Apriyani. 

Amiruddin mengaku, talenta atlet yang dimiliki Apriyani dimulai sejak kecil saat belum masuk Sekolah Dasar.

"Boleh dikata, Apriyani belum lancar bicara sudah bermain bulu tangkis," beber Amiruddin saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Lawulo, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu (01/8/2021).

Amiruddin mengatakan, saat kecil Apriyani sering bermain bulu tangkis menggunakan raket yang dimiliki almahum ibunya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved