Breaking News:

Berita Surabaya

Jelang HUT Kemerdekaan RI ke-76, Sentra Penjualan Bendera di Jalan Darmokali Mulai Ramai Pembeli

Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-76, masyarakat Surabaya dan sekitarnya mulai mendatangi sentra penjualan bendera di Jalan Darmokali.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Zainal Arif
Suasana sentra penjualan bendera di kawasan Jalan Darmokali Surabaya yang mulai ramai pembeli, Senin (2/8/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76, masyarakat Surabaya dan sekitarnya mulai mendatangi sentra penjualan bendera di Jalan Darmokali.

Kegelisahan para penjahit dan pedagang di kawasan tersebut akibat sepinya pembeli di bulan Juli 2021. Kini, berubah menjadi senyum sumringah seiring dengan ramainya para pembeli di bulan Agustus ini.

"Kami kaget bulan Juli kemarin sangat sepi pembeli. Tapi alhamdulillah, mulai tanggal 1 Agustus pembeli sudah mulai banyak. Hari ini, dari pagi sampai siang juga ramai," kata Sejinah, salah seorang penjahit dan pedagang bendera di Jalan Darmokali Surabaya saat ditemui SURYA.CO.ID, Senin (2/8/2021).

Sudah menjadi kebiasaan bagi warga Surabaya dan sekitarnya memburu bendera saat momentum perayaan HUT RI di sentra penjualan bendera untuk dipasangi di depan rumah-rumah warga, hingga perkantoran.

Melihat potensi itu, beberapa lapak di kawasan tersebut mengaku memproduksi sendiri Bendera Merah Putih, umbul-umbul hingga aksesoris perayaan Kemerdekaan RI untuk dijual.

"Saya sudah menyiapkan banyak bendera untuk dijual sejak bulan Januari. Semoga kondisi ramai pembeli seperti sekarang terus bertahan di bulan ini," terang Sejinah.

Saat ditanya barang apa yang banyak diburu pembeli, Sejinah mengatakan, para pembeli lebih sering membeli Bendera Merah Putih untuk dikibarkan di rumah.

"Paling banyak bendera, di sini bendera dijual mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 45 ribu, tergantung jenis kain dan ukuran," ungkapnya.

Menilik kebelakang, masa pandemi pada Agustus tahun lalu, rata-rata pedagang mengaku omzetnya hanya meningkat enam kali lipat dibanding penjualan pada hari-hari lain di masa normal.

Sementara di bulan Agustus tahun ini, para pedagang terpaksa berjualan di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) demi menekan penularan Covid-19.

"Pandemi sangat memberi dampak ya, dulu kalau satu kampung bisa habis Rp 5-6 juta, sekarang tinggal separuhnya," ungkap Akrom Khozin, yang juga merupakan penjual bendera di kawasan tersebut.

Pria berusia 38 tahun ini mengaku, pengurangan omzet terjadi pada pembeli dari perkantoran dan hanya mengandalkan pembeli dari kampung-kampung.

"Pembeli dari perkantoran tahun ini lebih sepi, ada tapi tidak banyak. Cuma mengandalkan pembeli dari kampung-kampung. Di mana sekali belanja bisa sampai Rp 1-2 juta tergantung besar kampungnya," ungkapnya.

Sementara di lain pihak, salah seorang pembeli Toah (51) mengaku, sudah menjadi kebiasaan di kampungnya, di Sidoarjo setahun sekali di hari kemerdekaan membeli keperluan aksesoris di sentra penjualan bendera Jalan Darmokali.

"Saya membeli 5 item lebih aksesoris untuk digantung di gang-gang kampung saya, di daerah Sidoarjo. Untuk lomba-lomba dan lain sebagainya juga beli di sini, karena pusatnya," ungkap Toah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved