Breaking News:

Berita Pamekasan

Data Penerima Bantuan Paket Isoman di Pamekasan, Di Dinsos dan Dinkes Berbeda

Program pemberian bantuan yang dilakukan Pemkab Pamekasan untuk warga yang menjalani isolasi mandiri dipertanyakan, ini sebabnya

Penulis: Muchsin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Muchsin
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyerahkan sendiri bantuan paket kepada warga yang menjalani isoman di rumah, beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN – Program pemberian bantuan yang dilakukan Pemkab Pamekasan untuk warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya karena terpapar Covid-19 dipertanyakan. Sebab, data penerima yang dipegang Dinas Sosial Pemekasan (Dinsos) dengan data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, berbeda.

Data penerima bantuan paket berupa beras, telur, susu, jamu tradisional Madura, masker, kue dan sejumlah obat-obatan yang dikeluarkan Dinsos Pamekasan sebanyak 250 paket. Sedang data warga isoman penerima paket yang dikeluarkan Dinkes Pamekasan sebanyak 140 paket.

Ketikdasamaan data warga isoman penerima bantuan paket ini, diungkap anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Moh Khomarul Wahyudi.

Menurutnya, dengan munculnya data penerima yang berbeda ini, maka terdapat selisih atau kelebihan data penerima sebanyak 110 paket.

“Kami heran, kenapa data penerima paket bantuan dari pemkab untuk warga isoman ini tidak sama. Apakah telah terjadi kesalahan dalam pendataan atau hanya kesalahan penulisan. Namun, apapun bentuk ketidaksinkronan data penerima paket ini menimbulkan tanda tanya dan harus dijelaskan,” ungkap Wahyu, panggilan politisi dar Partai Bulan Bintang (PBB), kepada SURYA.CO.ID, Senin (2/8/2021).

Wahyu menjelaskan, sebenarnya beberapa waktu lalu, pihaknya sudah menghubungi dinsos untuk menanyakan perbedaan data penerima paket bantuan ini, namun sampai sekarang masih belum menerima data valid dari dinsos. Padahal, kalau dinsos ingin benar-benar mendata warga yang menjalani isoman, jumlahnnya mecapai ratusan warga.

Kepala Dinsos Pamekasan, Moh Tarsun yang dimintai konfirmasinya melalui sambungan seluler mengatakan, data penerima paket bantuan untuk warga isoman sebanyak 250 paket itu, merupakan data resmi yang diterima dari dinkes. Jumlah itu, merupakan akumulasi data dari awal sejak program pemberian paket itu diluncurkan pada Senin (19/7/2021) lalu.

Dijelaskan, terjadinya perbedaan data di dinsos dengan data penerima batuan di dinkes, lantaran dinkes hanya mencatat data warga yang masuk dan yang sudah ke luar dari masa menjalani isoman di hari itu saja. Sedang data yang dicatat dinsos, merupakan tambahan data baru di hari-hari berikutnya yang dikirim dinkes ke dinsos.

“Ya, kami akui data di kami dengan data di dinkes memang tidak sama. Karena setiap hari ada tambahan data yang masuk. Begitu data baru masuk, maka kami paket itu kami antarkan. Jadi, data yang kami pegang ini benar-benar dari dinkes. Dan paket yang kami kirimkan itu diberikan kepada warga yang isoman,” ujar Tarsun.

Tarsun memperkirakan, warga yang menjalani isoman itu, jumlahnya bisa mencapai ratusan, bahkan bisa lebih dari 300 orang. Namun, ia berharap semoga kasus Covid-19 ini segera menurun, sehingga warga yang isoman juga berkurang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved