Breaking News:

Berita Tulungagung

Biaya Pemakaman Pasien Covid-19 di Tulungagung Tidak Gratis, Keluarga Korban Dimintai Rp 1,5 Juta

Pemulasaraan dan pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Tulungagung tidak gratis. Pihak keluarga korban harus menanggung biaya

Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Pemakaman pasien Covid-19 di Kabupaten Tulungagung. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Pemulasaraan dan pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Tulungagung tidak gratis.

Pihak keluarga harus menanggung biaya yang keluar dari proses pemulasaraan hingga pemakaman.

Biaya yang timbul disebabka Satgas Covid-19 tingkat desa yang seharusnya bertanggung jawab, harus meminta bantuan kepada relawan.

Seperti diungkapkan Kepala Desa Mergayu, Kecamatan Bandung, Irkhamul Huda, saat salah satu warganya meninggal dunia karena virus corona.

Menurutnya, sebenarnya Satgas Desa sudah dilatih untuk pemulasaraan jenazah Covid-19, namun ada kendala pada keluarga.

“Jadi ada keluarga satgas yang keberatan suaminya memulasarakan jenazah Covid-19, karena takut tertular,” terang Huda, Senin (2/8/2021).

Huda mengaku, atas kesepakatan dengan keluarga akhirnya minta bantuan ke relawan binaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Atas kesepakatan dengan keluarga pula, mereka sanggup mengeluarkan biaya untuk relawan Rp 1.500.000.

Pihak desa tidak bisa mengeluarkan biaya itu, karena berupa honor untuk relawan pemakaman.

“Yang bisa dibiayai dari Dana Desa adalah sarana dan prasarana, seperti APD dan obat-obatan,” sambung Huda.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved