Breaking News:

Berita Bangkalan

Awalnya Tak Berdaya Saat Disuapi Kapolres Bangkalan, Pria Mbeling Ini Malah Terjaring Razia Gepeng

Tindakan Alith direspon dinsos dengan menjaring Marto dan memberikan pakaian dan sarung layak, Sabtu (31/8/2021)

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Petugas Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan kembali melakukan pendataan setelah Moh Marto kembali terjaring Operasi Gelandangan dan Pengangguran (Gepeng) di simpang empat Alun-alun Kota, Senin (2/8/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Pria bernama Moh Marto (49) sempat menyita perhatian publik ketika disuapi Kapolres Bangkalah, AKBP Alith di trotoar Taman Makam Pahlawan, Jalan Soekarno-Hatta, Jumat (30/7/2021). Saat itu Marto terlihat lemas dan seperti lumpuh sehingga membuat kapolres trenyuh.

Belakangan, aksi memelas Marto itu diduga sandiwara karena warga Desa/Kecamatan Kamal itu malah kembali ke jalanan dan terjaring razia Gelandangan dan Pengangguran (Gepeng) di simpang empat lampu merah Alun-alun Kota, Jalan KH Moh Kholil, Senin (2/8/2021).

Marto terjaring Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan, dan kini fakta tersebut malah membuat petugas geregetan. “Itu memang mbeling (nakal), kabur lagi ke perempatan alun-alun, memang tempat mangkalnya di situ,” ungkap Kepala Dinsos Bangkalan, Wibagio Suharta kepada SURYA.

Kelakuan mbeling Marto itu disimpulkan membuat kapolres terkecoh. Padahal Alith yang belum genap dua bulan menjabat Kapolres Bangkalan, sampai memerintahkan ajudannya menghentikan laju mobil dinas kapolres, Suzuki Grand Vitara.

Itu agar ia bisa menyuapi Marto dengan makanan begitu turun dari mobil dinas. Tindakan Alith direspon dinsos dengan menjaring Marto dan memberikan pakaian dan sarung layak, Sabtu (31/8/2021), karena pakaian sebelumnya sudah lusuh dan bau. “Sabtu kemarin kami sudah antarkan Marto ke keluarganya,” kesal Wibagio.

Dan alasan lain bahwa Marto bersandiwara agar membuat orang iba, adalah bahwa kondisinya tidak separah perkiraan. Ini setelah ada pertanyaan mengenai bagaimana Marto bisa kembali ke Kota Bangkalan dengan jarak tempuh 17 KM. “Banyak orang bilang kondisi tubuh (Marto) normal,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Wibagio, pihaknya menyelidiki kebenaran informasi dari khalayak terkait kondisi Marto. Bahkan seseorang pernah melihat tubuh Marto normal dan bisa dibonceng motor.

Marto memang terlihat dengan kedua kakinya lumpuh, ia biasanya berada di atas trotoar di simpang empat Alun-alun Bangkalan, Jalan KH Moh Kholil, Kelurahan Demangan. “Karena itu saya ingin mengetahui siapa yang bisa menjelaskan kalam ia normal dan siapa yang membonceng pakai motor,” ujarnya.

Tindakan dinsos tidak sebatas mengangkut Marto dari jalanan namun juga bergerak cepat membuatkan Marto Dokumen Kependudukan hasil kerjasama dengan kepala desa, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kamal, dan Dinas Penduduk dan Catatan Sipil Kabupaten Bangkalan.

“Informasi dari TKSK Kamal, Kartu Keluarga Marto sudah selesai. Ia bisa dimasukkan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) agar mendapatkan bansos sehingga tidak menggelandang lagi. Eh malah hari ini kembali ke jalanan,” pungkas Wibagio. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved