Breaking News:

Berita Surabaya

Angka Perceraian di Surabaya Turun selama Pandemi, Penyebab Utama karena Perselisihan dan Ekonomi

Panitera Pengadilan Agama (PA) Surabaya, Abdus Syakur menyebut angka perceraian di Kota Surabaya mengalami penurunan hingga pertengahan 2021.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin

SURYA.co.id | SURABAYA - Panitera Pengadilan Agama (PA) Surabaya, Abdus Syakur menyebut angka perceraian di Kota Surabaya mengalami penurunan hingga pertengahan 2021.

" Januari-Juli 2020 ada 3.621 perkara. Sedang 2021 ada 3.487. Berarti turun tingkat percerainnya," kata Syakur, Senin (2/8/2021).

Perceraian sendiri terdiri dua kategori  yakni cerai talak dan cerai gugat.

"Kalau suami yang mengajukan itu cerai talak dan istri yang mengajukan itu cerai gugat," jelasnya.

Data  Pengadilan Agama (PA) Kota Surabaya, jumlah rincian berkas bulanan tahun 2020 cerai talak pada Januari 253 perkara,  Februari 173 perkara, Maret 148 perkara, April 128 perkara, Mei 67 perkara, Juni 200 perkara, dan Juli 188 perkara.

Kemudian cerai gugat yakni,  Januari 512 perkara, Februari 354 perkara, Maret 357 perkara, April 235 perkara,  Mei 126 perkara, Juni 436 perkara, dan Juli 444 perkara.

Sedangkan pada 2021 ini jumlah kasus perceraian talak, Januari 166 perkara,  Februari 134 perkara,  Maret 191 perkara, April 143 perkara, Mei 96 perkara, Juni 174 perkara, dan Juli 123 perkara.

Cerai gugat pada Januari 376 perkara, Februari 360 perkara, Maret 406 perkara, April 312 perkara, Mei 271 perkara, Juni 509 perkara, dan Juli 226 perkara.

"Saya tidak mengatakan itu karena pandemi ya, tapi faktor penyebab pertama karena perselisihan. Kedua karena faktor ekonomi," pungkasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved