Breaking News:

Penanganan Covid

Panglima TNI Minta Pakai Masker dan Isoman Jadi Kebiasaan Baru Hidup Dampingan dengan Covid-19

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan sosialisasi memakai masker dan Isolasi Mandiri (Isoman) agar menjadi kebiasaan baru masyarakat

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Mohammad Romadoni
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) dalam kunjungan di Puskesmas Gayaman, Kabupaten Mojokerto, Minggu (1/8/2021). 

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan sosialisasi memakai masker dan Isolasi Mandiri (Isoman) agar menjadi kebiasaan baru masyarakat untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.

Ini disampaikan Panglima dalam kunjungan kerja menilik proses Tracing Covid-19 fasilitas kesehatan Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu (1/8/2021).

Rombongan Panglima TNI Hadi Tjahjanto turut didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indah Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Danrem dan Forkopimda Pemkab Kabupaten dan Pemkot Mojokerto.

"Saya sangat berharap memakai masker dan Isoman menjadi kebiasaan baru dan di sini ada masyarakat lalu jadikan penggunaan masker dan Isoman sebagai kebiasaan baru," ungkapnya, Minggu (1/8/2021).

Panglima Hadi Tjahjanto mengatakan, penggunaan masker dan isolasi sebagai bentuk New Normal yang perlu inisiatif dilakukan masyarakat ketika meraka mulai merasakan kondisi kurang sehat seperti panas dan demam.

"Saat kondisi hangat inisiatif Isoman dan lapor bidan desa dan Puskesmas jika sedang Isoman, jadi inilah kebiasaan baru bagian untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ucap Hadi.

Hadi menyebut Bhabinmas dan Bhabinkamtibmas bersama bidan desa dan kepala desa agar melakukan sosialisasi kebiasaan baru termasuk dalam menjalani tugas selama PPKM, yaitu 3M (memakai maseker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) termasuk ketika pelaksanaan vaksinasi.

"Kebiasaan baru ini harus disampaikan pada masyarakat, jika itu sudah biasa kita dapat memutus mata rantai Covid-19 karena mau tidak mau kita harus hidup bersama Covid-19," terang Hadi.

Menurut dia, pihaknya cukup puas dengan pelaksanaan Tracing melalui digital (Si Lacak) maupun Tracing lapangan di Puskesmas Gayaman Kabupaten Mojokerto ini.

"Saya melihat secara langsung dan merasa puas karena yang kita lakukan beberapa hari lalu melaksanakan pelatihan untuk input data "Si lacak" terkait Tracing yang dilakukan secara Tracer digital maupun tracer lapangan dengan hasil itu sudah bisa memguasai aplikasi Si Lacak dan InarisK," jelasnya.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menambahkan ada dua cara untuk menggunakan Tracer Silacak dan InarisK yakni setelah diketahui adanya temuan kasus petugas dari Babinsa input data terhadap masyarakat yang bersangkutan terpapar Covid-19 sekaligus mereka yang kontak erat.

"Petugas empat pilar di wilayah Kabupaten Mojokerto, TNI, Polri, kepala desa dan bidan desa sudah siap dan mengerti sehingga bisa memutus mata rantai Covid-19, mereka bekerja sama dalam pelacakan tersebut menggunakan elektronik dan manual," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved