Breaking News:

Berita Surabaya

Tetap Produktif di Masa Pandemi, Ibu di Surabaya Produksi Lulur Bedda Lotong dari Bahan Alami

Di Kota Surabaya, ada seoran ibu yang memproduksi lulur Bedda Lotong khas Bugis yang terbuat dari bahan-bahan alami dan memiliki banyak khasiat

Penulis: Zainal Arif | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Zainal Arif
Marisa Ika Safitri saat memproduksi lulur Bedda Lotong di rumahnya kawasan Simomulyo Surabaya, Sabtu (31/7/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Lulur manjadi salah satu bahan perawatan kulit yang banyak disukai oleh kaum Hawa dari dulu hingga sekarang.

Di Kota Surabaya, ada seorang perempuan yang memproduksi lulur Bedda Lotong khas Bugis yang terbuat dari bahan-bahan alami dan disebut memiliki banyak khasiat.

Seperti melembabkan kulit, mencerahkan kulit, memutihkan kulit, menghilangkan bau badan, menghilangkan flek dan bekas jerawat.

Dia adalah Marisa Ika Safitri (27), seorang ibu rumah tangga yang ingin produktif meski dalam kondisi Pandemi.

Perempuan asal Surabaya ini memanfaatkan bahan rempah-rempah seperti ketan hitam, bengkoang, temulawak, kunyit, jeruk nipis, kayu manis, cengkeh, asem jawa dan ketan hitam.

"Memang saya suka luluran, makannya saya buat sendiri. Beberapa kali saya posting di media sosial saat saya sedang menggunakan lulur. Terus teman-teman saya banyak yang tertarik," ujar Marisa saat ditemui SURYA.CO.ID di rumahnya, di kawasan Simomulyo Surabaya.

Dalam proses pembuatan lulur, Marisa mengaku melakukan percobaan secara autodidak.

"Alasan saya menggunakan bahan-bahan alami ini karena saya ingin kulit saya dan pengguna lulur sehat. Dan alhamdulillah 2 tahun berjalan semua orang tidak pernah ada yang pernah mengeluh," terang alumnus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag) ini.

"100 persen tidak ada efek samping karena benar-benar alami," imbuhya.

Proses pembuatannya, Marisa mempotong kecil-kecil rempah-rempah yang sudah dikumpulkan.

Kemudian semua bahan disangrai menggunakan wajan di atas kompor hingga gosong.

Semua bahan yang sudah gosong diblender atau ditumbuk hingga menjadi serbuk. Lalu digoreng dengan menggunakan air asam jawa.

"Proses cukup lama saat menyangrai, awalnya saya mengalami kegagalan di mana saat pemakaian kurang nyaman karena kurang halus. Namun sekarang sudah menjadi produk yang saya namai Bedda Lotong," ungkapnya.

Dengan berat bersih 250 gram, Marisa menjual produk lulur ini dengan harga Rp 30 ribu per satu itemnya.

"Alhamdulillah, banyak peminat hingga pernah saya kirim ke Tanjung Pinang (Kepulauan Riau). Ke depannya saya akan menanam sendiri bahan rempah-rempah untuk pembuatan produk ini di sekitaran rumah," ungkap ibu satu anak ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved