Breaking News:

Ini Jiwa Kesatria Letkol Arm Roni Junaidi, Minta Maaf Pelajar Korban Kekerasan, Anggota Saya Proses

Dua orang pelajar SMA di Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) NTT diduga dianiaya anggota Koramil, Kopral EP.

Editor: Suyanto
KUPANG.TRIBUNNEWS
Komandan Kodim 1618 TTU Letkol Arm Roni Junaidi. Turun tangan langsung dalam kasus penganiayaan 2 pelajar oleh oknum Koramil, Kopral EP. 

SURYA.co.id I NTT - Dua pelajar SMA berinisial JU (15) dan YN (17) asal Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan,
Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) NTT diduga dianiaya anggota Koramil, Kopral EP gara-gara melanggar protokol kesehatan.

Akibat kekerasan itu, pelajar kakak beradik itu harus mendapatkan perawatan medis. "Adik saya YN dan JU, dianiaya oleh anggota TNI dari Koramil Biboki Selatan, Kopral Kepala EP, karena dianggap melanggar protokol Covid-19," ungkap kakak kandung korban.

Kabar adanya kekerasan itu, langsung direspon Komandan Kodim 1618 TTU Letkol Arm Roni Junaidi dengan sikap kesatria. Ia langsung turun tangan dan melakukan sejumlah tindakan.

Berikut fakta-fakta dan sikap Letkol Arm Roni Junaidi dalam kasus penganiayaan dua remaja oleh anggota Koramil di Kabupaten TTU:

1. Meminta maaf keluarga
Letkol Arm Roni Junaidi kepada keluarga dan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas tindakan kekerasan yang dilakukan Kopral EP

2. Bawa Korban ke RS dan Tanggung perawatan hingga sembuh.

Korban semua dirawat di Puskesmas Manufai. Korban kemudian dirujuk ke rumah sakit. Seluruh biaya perawatan terhadap korban akan ditanggung sepenuhnya hingga sembuh. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Baca juga: Biodata Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto yang Dicopot karena Ulah Oknum TNI AU Injak Warga Papua

"Tadi YN sudah kita bawa ke Rumah Sakit Leona Kefamenanu, untuk diberi penanganan yang terbaik," ungkapnya.

3.  Jamin Tindak tegas Kopral EP

Letkol Arm Roni Junaidi memastikan anggotanya berinisial Kopral EP yang diduga melakukan penganiayaan terhadap dua pelajar di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) akan ditindak tegas.

"Anggota saya ini saya proses dan tindakan tegas," ujar Roni, Sabtu (31/7/2021). Selain penegakan hukum terhadap pelaku, pihaknya juga langsung turun tangan untuk memastikan korban mendapatkan perawatan medis secara lebih baik.

4. Apapun alasannya tidak bisa dibenarkan

Menurutnya, tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap warga sipil terkait pelanggaran protokol kesehatan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Apalagi, korbannya diketahui masih pelajar.

Baca juga: Calon Kuat Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Beri Bantuan 2000 APD untuk Nakes RSUP Dr. Sardjito

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Anggota TNI Aniaya Pelajar, Dandim Turun Tangan dan Pelaku Ditindak Tegas

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved