Breaking News:

GDST Upayakan Ekspor ke Eropa, Timur Tengah dan Negara Asia Lainnya

Pandemi Covid-19 yang mengalami peningkatan di pertengahan tahun ini membuat industri baja kembali tertekan. Baik di pasar nasional, maupun global.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sri Handi Lestari
Salah satu pekerja di pabrik baja, PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk di kawasan Jalan Margomulyo, Surabaya. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pandemi Covid-19 yang mengalami peningkatan di pertengahan tahun ini membuat industri baja kembali tertekan. Baik di pasar nasional, maupun global.

Namun, PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) tetap optimis bisa meningkatkan kinerjanya di tahun ini.

Direktur PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk, Hadi Sucipto mengatakan, meski tertekan pihaknya masih melakukan produksi dan penjualan.

"Untuk ekspor kami ada peningkatan permintaan di pasar Singapura dan Malaysia," kata Hadi saat public expose secara virtual, Jumat (30/7/2021).

Selanjutnya, perseroan yang melantai di pasar bursa dengan kode emiten GDST tersebut sedang mengupayakan pasar ekspor untuk negara di Eropa, Timur Tengan dan negara Asia lainnya.

"Karena itu kami tetap optimis target hingga akhir tahun ini bisa tercapai," ujar Hadi.
Target penjualan hingga akhir tahun 2021 ini mencapai Rp 1,6 triliun. Dari target tersebut di kuartal I atau sampai Maret 2021, perseroan telah membukukan penjualan sebesar Rp 432 miliar. Dengan laba bersih mencapai Rp 6,2 miliar.

Sementara laba bersih hingga akhir tahun 2021 ditarget bisa mencapai Rp 32 miliar.

Saat ini, menurut Hadi, tekanan pandemi covid 19 di pasar domestik lebih kepada terhambatnya mobilitas terkait kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat level 3 dan 4.

"Tapi kami tetap bisa melakukan kegiatan produksi maupun penjualan karena kami memiliki IOMKI (Ijin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri) dari Kementerian Perindustrian RI, sebagai bagian dari industri kritikal," jelas Hadi.

Tahun ini, perseroan juga menyediakan capex senilai Rp 50 miliar. Capex tersebut digunakan untuk biaya pembangunan pabrik plate Mill 2 yang saat ini progres pembangunannya telah mencapai 82,6 persen.

"Kami targetkan selesai dan sudah bisa operasional pada akhir 2022 dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun," tandas Hadi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved