Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Program Dokter Internship untuk Penanganan Covid-19 di Surabaya Minim Peminat, Baru 97 Pendaftar

Ratusan lulusan Kedokteran di Surabaya belum sepenuhnya terpanggil untuk mengikuti program dokter Internship saat pandemi.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
tribun jatim/luhur pambudi
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes) melakukan screening kesehatan swab tes antigen. Program Dokter Internship saat pandemi di Surabaya belum banyak diminati sarjana lulusan kedokteran. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ratusan lulusan Kedokteran di Surabaya belum sepenuhnya terpanggil untuk mengikuti program dokter Internship saat pandemi. Dari kuota 368 dokter, baru 97 dokter yang berminat.

Kemenkes bersama Pemkot Surabaya membuka program dokter Internship bagi dokter muda.

Dokter Internship atau kompetensi dokter ini sebagai prasarat sebelum dokter membuka praktik.

Saat pandemi, membantu penanganan covid-19 sudah bisa dikonversikan menjadi dokter Internship.

Namun hingga saat ini dokter internship itu masih menyisakan 271 kuota. 

"Kami mendorong agar para lulusan kedokteran itu terpanggil karena skill mereka sangat dibutuhkan masyarakat saat pendemi. Kontribusi nakes diperlukan untuk percepatan penanganan covid," kata Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Jumat (30/7/2021).

Kesiapan dan ketersediaan nakes menjadi tantangan bersama. Bahkan hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dijadikan solusi. Semua Puskesmas harus membuka layanan 24 jam.

Belum lagi RS Lapangan Tembak dan RS Darurat Indoor GBT. Saat ini juga tengah dibuka Rumah Sehat di satiap kelurahan. Tempat-tempat ini  membutuhkan nakes yang memadai. 

Kebutuhan dokter itu mendapat harapan baru dengan dibukanya Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) BPSDMK.

Para dokter tersebut akan menjadi tenaga kesehatan membantu penanganan covid. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved