Breaking News:

Berita Surabaya

Lowongan Direksi PDAM Surabaya Kurang Laku, Pendaftaran Diperpanjang Sampai 16 Agustus

“Persyaratan administrasi itu yang berpotensi belum bisa dipenuhi oleh pelamar karena situasi Covid-19,” paparnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Deddy Humana
surya/bobby koloway
Kantor PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PDAM Surya Sembada Surabaya membuka beberapa peluang untuk mengisi jajaran direksi melalui pendaftaran yang berakhir pada 26 Juli 2021 lalu. Tetapi sampai sekarang, pendaftaran calon direksi PDAM ternyata kurang diminati masyarakat.

Sepinya peminat untuk mendaftar sebagai calon direksi itu, sulit dijelaskan. Namun panitia seleksi (pansel) memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran selama 3 pekan.

Seharusnya, batas waktu pendaftaran calon direksi PDAM Surya Sembada telah berakhir pada 26 Juli 2021. Namun karena jumlah pelamar masih minim, pendaftaran hingga 16 Agustus 2021 mendatang.

Hingga 26 Juli 2021, baru ada 40 pelamar calon direksi PDAM. Rinciannya, pelamar Direktur Utama sebanyak 4 orang, Direktur Operasional ada 11 orang, dan lainnya mendaftar di posisi kandidat Direktur Layanan (25 orang).

"Dari jumlah pelamar tersebut kami memandang masih harus ditambah," kata Ketua Pansel Direksi PDAM, Wawan Aries Widodo, Jumat (30/7/2021).

Penambahan waktu ini diharapkan bisa menarik antusias calon direksi. "Apabila hanya ada 4 orang, maka sisa calon kandidat yang ada dalam setiap tahapan seleksi semakin sedikit," katanya.

Wawan menjelaskan, ada sejumlah tahapan seleksi yang harus dilalui para pelamar. Mulai seleksi administrasi, Uji Kemampuan dan Kepatutan (UKK), wawancara akhir dan rekam jejak.

Sehingga Dewan Pengawas PDAM dan Pemkot Surabaya sepakat memperpanjang pendaftaran selama 3 pekan ke depan. "Harapannya kami bisa mendapatkan kandidat yang dari sisi kompetensi memenuhi persyaratan,” katanya.

Selain itu, perpanjangan waktu juga mengakomodasi beberapa calon pendaftar yang kesulitan memenuhi persyaratan di sisa waktu sebelumnya. Sebab situasi pandemi Covid-19 membuat calon pelamar berpotensi kesulitan.

Misalnya, dalam hal mendapatkan surat sehat serta legalisir ijazah di perguruan tinggi. Untuk mendapatkan syarat itu, pelamar harus keluar rumah padahal saat ini ada kebijakan PPKM.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved