Kehebatan Helikopter Black Hawk Amerika yang Dikerahkan ke Indonesia dalam Rangka Garuda Shield
Inilah kehebatan helikopter black hawk milik Amerika Serikat yang dikerahkan ke Indonesia dalam rangka latihan perang Garuda Shield 2021.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Inilah kehebatan helikopter black hawk milik Amerika Serikat yang dikerahkan ke Indonesia dalam rangka latihan perang Garuda Shield 2021.
Diketahui, TNI AD dan US Army kini tengah bersiap untuk menjalani latihan perang Garuda Shield yang dilaksanakan secara serentak pada 1 Agustus hingga 14 Agustus 2021.
Rencananya, Amerika Serikat akan menambah pasukan penerjun dalam latihan tersebut.
Mereka juga akan mengerahkan helikopter andalannya yakni Black Hawk.
Melansir dari Wikipedia, black hawk adalah helikopter serba guna angkut menengah bermesin ganda yang diproduksi oleh Sikorsky Aircraft .
Baca juga: Amerika Tambah Pasukan ke Indonesia & Kerahkan Black Hawk, Jenderal Andika Perkasa: Saya Menantikan
Sikorsky mengajukan desain S-70 untuk kompetisi Utility Tactical Transport Aircraft System (UTTAS) Angkatan Darat Amerika Serikat pada tahun 1972.
Helikopter black hawk memasuki dinas Angkatan Darat pada tahun 1979, untuk menggantikan Bell UH-1 Iroquois yang legendaris sebagai helikopter transportasi taktis Angkatan Darat.
Hal ini diikuti oleh perang elektronik dan varian operasi khusus Black Hawk.
Peningkatan varian utilitas UH-60L dan UH-60M juga telah dikembangkan.
Versi modifikasi juga telah dikembangkan untuk Angkatan Laut (SH-60 Seahawk), yang digunakan dalam operasi kemaritiman seperti pendaratan amfibi, operasi khusus laut, pengintaian maritim dan peperangan anti kapal selam, Angkatan Udara, dan Penjaga Pantai.
Selain digunakan Angkatan Bersenjata AS, keluarga UH-60 helikopter black hawk juga telah diekspor ke beberapa negara.
Black Hawk telah bertugas dalam pertempuran selama konflik di Grenada, Panama, Irak, Somalia, Balkan, Afghanistan, dan daerah lain di Timur Tengah.
Helikopter ini menjadi terkenal setelah muncul dalam film perang Black Hawk Down.
Karakteristik umum:
- Kru: 2 pilot (awak pesawat) dengan 2 kepala kru / penembak
- Kapasitas: £ 2.640 (1.200 kg) kargo internal, termasuk 11 tentara atau 6 tandu, atau 8.000 lb (3.600 kg) (UH-60A) atau 9.000 lb (4.100 kg) (UH-60L) kargo eksternal
- Panjang: 64 ft 10 in (19.76 m)
- Lebar: 7 ft 9 in (2,36 m)
- Rotor diameter: 53 ft 8 in (16,36 m)
- Tinggi: 16 ft 10 in (5.13 m)
- Berat kosong: £ 10.624 (4.819 kg)
- Loaded berat: £ 22.000 (9.980 kg)
- Max. berat lepas landas: £ 23.500 (10.660 kg)
- Powerplant: 2 × General Electric T700-GE-701C turboshaft, 1.890 hp (1.410 kW) masing-masing
Persenjataan:
- 2 × 7,62 mm (0,30 in) M240H senapan mesin [ 136 ] atau
- 2 × 7,62 mm (0,30 in) M134 minigun [ 134 ] atau
- 2 × 50 in (12,7 mm) GAU-19 gatling senjata [ 134 ]
- Rockets: 70 mm (2,75 in) Hydra 70 roket [ 134 ]
- Rudal: AGM-114 Hellfire laser yang dipandu rudal [ 134 ]
- Dapat dilengkapi dengan VOLCANO sistem penyebaran ranjau.
Diberitakan sebelumnya, Jenderal Andika Perkasa menerima laporan terkait persiapan latihan perang TNI AD dan US Army dalam program Garuda Shield.
Rencananya, Amerika Serikat akan menambah pasukan penerjun dalam latihan tersebut.
Mereka juga akan mengerahkan helikopter andalannya yakni Black Hawk.
Program Latma Garuda Shield ke-15 tahun 2021 akan berlangsung di tiga titik Daerah Latihan (Rahlat), yakni rahlat Pusat Latihan Tempur Baturaja, rahlat Makalisung, dan rahlat Amborawang yang dilaksanakan secara serentak pada 1 Agustus hingga 14 Agustus 2021.
Komandan Kodiklat Angkatan Darat, Letjen TNI A.M. Putranto melaporkan kepada Kasad mengenai persiapan yang berjalan lancar serta kerja sama antar satuan TNI AD yang terlibat dalam pelaksanaan Garuda Shield ke-15 Tahun 2021.
“Khusus untuk Kodam VI, perubahannya sangat signifikan, dari Amborawang termasuk akomodasi sangat baik, dan dari Pangdam sudah maksimal untuk membantu.
Dan diharapkan satu minggu sebelumnya sudah bisa selesai,” jelas Dankodiklatad, melansir dari tayangan di channel youtube TNI AD.
Ia menambahkan kegiatan penyiapan medan latihan secara umum sudah 80 persen karena telah melakukan peninjauan dengan Danpussenif serta unsur-unsur terkait.
Selain itu ia juga menyampaikan penambahan personel penerjun dari Amerika Serikat yang semula 300 orang menjadi 670 orang.
Menanggapi hal tersebut, Jenderal TNI Andika Perkasa meminta untuk pengecekan landing zone atau daerah pendaratan para penerjun.
“Pastikan ada tim dari Penerbad yang akan mengecek, khususnya pendaratan heli black hawk mereka.
Oleh karena itu kalau ada yang perlu perkuatan, kita harus segera siapkan,” tegas Kasad.
Jenderal Andika Perkasa juga memberikan arahan agar tetap mengutamakan faktor keamanan baik personel dan materiil TNI AD dan US ARMY, serta menjunjung prinsip saling menghormati dan menghargai agar terjalin persahabatan yang baik.
Berikut video selengkapnya.
Ikuti Berita Seputar Jenderal Andika Perkasa dan Garuda Shield
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kehebatan-helikopter-black-hawk-amerika-yang-dikerahkan-ke-indonesia-dalam-rangka-garuda-shield.jpg)