Breaking News:

Hukum Mengganti Sholat Jumat dengan Sholat Dzuhur Karena Virus, MUI: Tetap Wajib Bagi Daerah Ini

Berikut hukum mengganti sholat jumat dengan sholat dzuhur karena wabah penyakit. Fatwah MUI wajib bagi daerah ini.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Ilustrasi - Tata Cata mengganti Sholat Jumat 

SURYA.CO.ID - Apa hukum mengganti Sholat Jumat dengan Sholat Dzuhur karena wabah penyakit?

Diketahui sejumlah daerah di Indonesia kini sedang menerapkan PPKM, salah satu aturannya terdapat pembatasan pada kegiatan ibadah secara berjamaah, salah satunya Sholat Jumat.

MUI pernah mengeluarkan fatwa nomor 14 tahun 2020 soal hukum mengganti sholat Jumat dengan Sholat Dzuhur.

Menurut keterangan Asroun Niam Soleh, Sekertaris Komisi Fatwa MUI dalam wawancaranya dengan Kompas TV, Senin (16/3/2020).

Berikut dua poin penting yang harus diperhatikan dalam fatwa tersebut:

1. Berada di suatu kawasan yang potensi penularan tinggi atau sangat tinggi, berdasarkan pihak yang berwenang maka boleh meninggalakan Sholat Jumat dan mengganti Sholat Dzuhur. Serta meninggalkan sholat rowatib, tidak terawih di masjid dan tempat umum.

2. Bagi kawasan potensi penularan rendah, tetap wajib melaksanakan kewajiban ibadah sebagaimana biasa.

Itu artinya pelaksanaan Sholat Jumat tergantung pada kondisi suatu daerah.

Dalam Islam, ada beberapa kondisi umat Islam boleh tidak melaksanakam Sholat Jumat dalam kondisi kusus atau udzur.

1. Jumlah jamaah Jumat tidak memenuhi kuota. Menurut Madzhab Syafi'i minimal kuota Sholat Jumat adalah 40 laki-laki muslim (termasuk imam), yang tinggal menetap.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved