Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Fakta Terbaru, Penyintas COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan, Ini Cara Mengatasinya

Dampak serangan covid-19 ternyata tidak berhenti ketika penderita sembuh. Hasil penelitian menunjukkan, pasca-sembuh pun, masih menyisakan dampak.

Editor: Suyanto
SURYA.CO.ID/Galih Lintartika
Warga Pasuruan mengikuti vaksinasi Covid-19 massal di Kantor Kejaksaan Negeri Bangil, Kamis (29/7/2021). 

SURYA.co.id I JAKARTA - Dampak serangan covid-19 ternyata tidak berhenti ketika penderita sembuh. Hasil penelitian menunjukkan, pasca-sembuh pun, covid-19 itu masih menyisakan dampak kesehatan.

Satu diantara dampaknya, penyintas covid-19 mengalai penurunan kecerdesan, utamanya para penderita berat.

Dilansir laman halodoc.com, menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet EClinical Medicine, orang yang sudah sembuh dari COVID-19 cenderung mendapatkan skor yang jauh lebih rendah pada tes kecerdasan dibandingkan mereka yang tidak pernah tertular virus.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab COVID-19 bisa menghasilkan pengurangan substansial dalam kemampuan kognitif, terutama pada mereka yang mengalami sakit yang lebih parah.

Baca juga: UPDATE COVID INDONESIA: Sehari 41.168 Kasus, Meninggal 1.759, Ini Cepat Penyembuhan Covid

Adam Hampshire, seorang profesor di Laboratorium Komputasi, Kognitif, dan Neuroimaging Klinis di Imperial College London, bersama timnya menganalisis data dari 81.337 peserta yang menyelesaikan tes kecerdasan antara Januari dan Desember 2020.

Dari seluruh sampel, 12,689 orang melaporkan bahwa mereka pernah mengalami COVID-19 dengan berbagai tingkat keparahan gejala pernapasan.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengetahuan bahasa dan lainnya, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang pernah tertular COVID-19 cenderung memiliki kemampuan yang lebih buruk pada tes kecerdasan dibandingkan dengan mereka yang tidak tertular virus. Hal itu paling terlihat dari tugas-tugas yang membutuhkan penalaran, perencanaan dan pemecahan masalah.

Menurut peneliti, penurunan kecerdasan ini kemungkinan masih berkaitan dengan adanya laporan long COVID, di mana ‘kabut otak’, kesulitan berkonsentrasi, dan kesulitan dalam berbahasa adalah hal yang umum ditemukan pada penyintas COVID-19.

Baca juga: TIPS SEHAT, Terapi Cuci Hidung Penting Dilakukan di Masa Pandemi, Begini Cara Melakukannya

Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa sebagian besar penyintas COVID-19 mengalami komplikasi neuropsikiatri dan kognitif.

Meskipun belum diketahui bagaimana hal itu bisa terjadi dan berapa lama dampak tersebut bertahan, Hampshire menduga bahwa virus Corona bisa memengaruhi kognisi seseorang. Itulah mengapa ia menyarankan orang-orang agar melindungi diri sebaik mungkin dari virus corona dengan cara vaksinasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved