Breaking News:

Dua Hal ini Salah Satu Penyebab Obat Esensial Covid-19 Lebihi Harga Eceran

Keterangan pers disampaikan KPPU terkait temuan hasil pantauan terhadap harga dan pasokan dari obat-obatan yang esensial terhadap Covid-19.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: kppu
Keterangan pers disampaikan KPPU terkait temuan hasil pantauan terhadap harga dan pasokan dari obat-obatan esensial terhadap Covid-19. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan pemantauan terhadap harga dan pasokan dari obat-obatan esensial Covid-19.

Pemantauan tersebut dilakukan sejak diberlakukannya masa PPKM awal Juli  dan merupakan salah satu bentuk dukungan KPPU bagi Pemerintah telah menetapkan kebijakan pembatasan harga obat penanganan Covid-19 melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.O 1.07lMENKES/4826/2021.

Keputusam itu tentang Harga Eceran Tertinggi Obat dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) agar pelaksanaannya di lapangan dapat berjalan dengan baik.

Ukay Karyadi, Komisioner KPPU, dalam rilisnya mengatakan, penetapan HET menurut KPPU memang diperlukan dalam kondisi terjadi excess demand dan pasokan relatif terbatas.

"Apalagi untuk produk yang esensial atau sangat dibutuhkan oleh masyarakat," kata Ukay.

Hasil pemantauan sementara KPPU menunjukkan selain masih banyaknya obat yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) juga terjadi kelangkaan pasokan obat dan tabung oksigen di hampir semua wilayah, terutama di Sumatera Bagian Selatan, Jawa dan Bali.

Kelangkaan juga terjadi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi sampai wilayah Indonesia Timur karena hambatan pasokan dari sentra farmasi dan industri oksigen di Jawa dan sekitarnya.

"Informasi yang diperoleh KPPU di lapangan, khususnya beberapa daerah di Kalimantan dan Jawa Tengah, pengaturan HET banyak dikeluhkan oleh beberapa apotek dan toko farmasi," jelas Ukay.

Keluhan ini didasarkan pada penetapan HET yang berimplikasi kepada pembatasan margin yang relatif kecil, sehingga memberatkan bagi apotek atau toko farmasi di daerah.

Beberapa apotek menyebutkan terjadi penurunan penyediaan obat-obat dikarenakan kecilnya margin yang tidak mencerminkan biaya serta resiko operasional yang dihadapi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved