Breaking News:

Berita Kediri

Ajak Diskusi Warga Isolasi Mandiri, Walikota Kediri Yakinkan Penanganan Covid-19 Dari Hulu ke Hilir

pemkot berupaya untuk mengatasi di hulu. Seperti membatasi mobilitas masyarakat dan disiplin penerapan protokol kesehatan

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya.co.id/didik mashudi
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar siap melaksanakan PPKM Darurat level 4. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Penanganan Covid-19 di Kota Kediri menjadi pembahasan, termasuk dengan warga yang menjalani isolasi mandiri. Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar melakukan perbincangan itu secara live lewat Instagram, Jumat (30/7/2021), untuk menegaskan bahwa Covid-19 ditangani dari hulu sampai hilir.

Dikatakan Abu Bakar, dalam menangani pandemi Covid-19, pemkot berupaya untuk mengatasi di hulu. Seperti membatasi mobilitas masyarakat dan disiplin penerapan protokol kesehatan. "Apabila di hulu tertangani dengan baik, maka di hilirnya pun dapat terkendali," kata Abu Bakar.

Bincang ringan live Instagram itu diikuti dr Afiah Efedra dan sejumlah warga yang melakukan isolasi terpusat di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK).  Di samping itu, upaya percepatan vaksinasi bagi masyarakat juga terus digencarkan oleh pemkot. Saat ini progam vaksinasi berlangsung di taman kota.

Kemudian warga yang menjalani isolasi mandiri diminta melapor ke Puskesmas agar mendapatkan pelayanan. PemkotKediri juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjalani isolasi mandiri.

“Bisa juga telepon di call centre kami melalui WhatsApp (WA) 08113787119 atau telepon di (0354) 2894000. Layanan ini kita sediakan mulai tahun 2020," ungkap Abu Bakar.

Masyarakat juga bisa bertanya mengenai penanganan Covid-19 agar tidak terkena berita hoaks. "Kami dari Pemkot Kediri akan berupaya semaksimal mungkin. Tolong bantu kami agar pandemi ini dapat segera berakhir,” ujar Abu Bakar.

Sementara dr Afiah Efedra menjelaskan syarat untuk pasien yang boleh melakukan isolasi mandiri dan kondisi apa yang mengharuskan pasien isolasi mandiri untuk pergi ke rumah sakit.

Dijelaskan dr Afiah, pasien yang menjalani isolasi mandiri adalah orang tanpa gejala dan orang dengan gejala ringan. Syarat rumah yang boleh untuk isolasi mandiri harus memiliki ventilasi yang baik, kamar tidur dan kamar mandi yang terpisah bagi pasien Covid-19.

Selanjutnya pasien isolasi mandiri harus mengukur laju pernafasan dalam satu menit dan kadar oksigen secara berkala.  “Normalnya laju pernafasan dalam satu menit adalah 12 sampai 20 dan kadar oksigen yang diukur dengan oxymeter adalah lebih dari 94 atau 95 persen," jelasnya.

Jika laju pernafasan lebih dari 20 kali dan kadar oksigen di bawah 94 persen maka harus segera ke rumah sakit. "Pasien isoman juga tidak boleh panik dan harus selalu menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Saat ini berdasarkan data di Kota Kediri kurang lebih ada 1.200 orang yang menjalani isolasi mandiri di rumah. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved