Breaking News:

Berita Surabaya

Ada Rumah Sehat, Saat Ini Warga Surabaya yang Positif Covid-19 Tidak Diperbolehkan Isoman di Rumah

Berbagai langkah taktis terus dilakukan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di Kota Surabaya.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
Posko Isolasi Terpusat Kecamatan Tenggilis menjadi salah satu dari ratusan Rumah Sehat yang dibentuk Pemkot Surabaya di tiap-tiap kelurahan. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Berbagai langkah taktis terus dilakukan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di Kota Surabaya. Saat ini warga Surabaya yang positif Covid-19 sudah tidak bisa lagi isolasi mandiri (Isoman) di rumah, harus isolasi di tempat khusus dengan tetap dipantau petugas kesehatan.

"Tidak bisa lagi warga isoman di rumah sendiri. Kami tidak ingin ada kematian lagi di rumah. Pemkot Surabaya sudah menyiapkan 154 kelurahan ada Rumah Sehat untuk warga isoman," kata Kepala Dinkes Kota Surabaya Febria Rachmanita, Jumat (30/7/2021).

Saat ini, di setiap balai RW dan gedung representatif lainnya telah dijadikan Rumah Sehat. Gedung pertemuan itu kini dilengkapi bed khusus untuk warga yang isoman. Setiap Rumah Sehat itu tedapat petugas kesehatan.

Bagi warga yang hasil swab PCR positif atau terpapar Covid-19 dengan tanpa gejala harus isolasi di Rumah Sehat ini.

"Pokoknya warga yang OTG langsung isolasi di situ. Termasuk Asrama Haji Sukolilo. Mereka yang OTG harus ke situ. Daripada menulari anggota keluarga yang lain," tandas Feni, sapaan Rachmanita.

Kalau di Rumah Sehat atau Asrama Haji, kondisi warga yang positif bisa diawasi dan terpantau setiap saat. Terutama menyangkut kondisi terkini dan saturasi.

Kadinkes mencatat, banyaknya warga Surabaya yang meninggal pada awal Juli, kebanyakan adalah warga isoman di rumah. Mereka tanpa pantauan petugas kesehatan. Keluarga diyakini tidak paham keadaan.

Akibatnya, kematian harian di Surabaya saat awal-awal hingga pertengahan Juli, sehari hingga 127 warga meninggal karena Covid-19. Mereka rata-rata isoman di rumah.

Saat ini tidak bisa dibiarkan. Pemkot sigap menyiapkan RS Lapangan Tembak, RS Darurat Indoor Gelora Bung Tomo (GBT), mengoperasikan seluruh puskesmas 24 jam dan kini menyiapkan ratusan Rumah Sehat.

Saat ini jumlah kematian karena Covid-19 di Surabaya jauh menurun. Pada Kamis kemarin , sekitar 20 warga yang meninggal. Sudah menurun drastis. Sementara sejumlah RS juga sudah mulai tersedia bed.

Meski antrean bed perawatan untuk RS adalah untuk pasien yang di UGD. Sementara RS Darurat Indoor GBT juga sudah mulai diisi warga sekitar 20 pasien. RS Lapangan Tembak masih penuh. Dua RS ini diperuntukkan untuk warga dengan gejala ringan.

Tanpa gejala cukup di Rumah Sehat. Kondisi ini mendapat respons positif Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti.

"Raungan ambulans juga makin jarang terdengar. Artinya sudah terkendali. Rumah Sehat memang solusi untuk warga isoman agar kondisinya terpantau," kata Reni.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved