Breaking News:

Berita Surabaya

Wujud Ketahanan Pangan, Warga Simomulyo Baru Surabaya Lakukan Urban Farming di Masa Pandemi

Program urban farming dengan memberdayakan warga menjadi salah satu solusi mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan di Kota Surabaya

Penulis: Zainal Arif | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Zainal Arif
Tim DKPP Surabaya meninjau perkembangan program urban farming di RT 9 RW 3 Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Kamis (29/7/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Program urban farming atau pertanian perkotaan dengan memberdayakan warga kampung, menjadi salah satu solusi mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan di Kota Surabaya.

Dalam hal ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya menggalakkan program urban farming melalui teknik hidroponik, tasapot, tabulampot dan lain sebagainya kepada sebelas kelurahan di Surabaya.

Satu di antaranya ialah warga RT 9 RW 3 Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya.

Hari Kamis (29/7/2021) ini, Tim DKPP Surabaya yang terdiri dari Kepala Bidang Pertanian, Tim Teknis dan Tim Pendamping melakukan tinjauan untuk melihat sejauh mana perkembangan kampung tersebut.

Kepala Bidang Pertanian, Rahmad Kodariawan mengatakan, program ini menjadi upaya agar warga Kota Surabaya berkegiatan di masa pandemi yang hasilnya dapat dirasakan oleh warga.

"Pandemi ini telah membuat banyak warga yang dirumahkan dan lain sebagainya. Kami ingin warga berkegiatan dengan bercocok tanam," ujarnya.

Sebelumnya, warga RT 9 RW 3 Kelurahan Simomulyo telah mendapatkan berbagai macam bantuan seperti 450 bibit tanaman sayur, 300 pot, 100 polybag, 5 instalatir hidroponik, pupuk dan tanah.

"Bulan lalu bantuan ini telah kami berikan, hari ini alhamdulillah progresnya sangat baik. Terutama kelurahan Simomulyo yang memang memiliki lahan yang paling luas di antara 11 kelurahan lainnya," ungkap Rahmad.

Rahmad menegaskan, pihaknya tak hanya semata-mata memberikan bantuan, melainkan juga akan ikut mendampingi warga hingga berhasil panen.

"Kami berharap apa yang dipanen nantinya dapat dikonsumsi warga, jika berlebih nanti bisa dijual. Nanti kami juga akan bantu untuk pemasarannya," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved