Breaking News:

Berita Gresik

Bikin Trenyuh, Akibat Pandemi Covid-19, Bayi di Gresik Terlahir Tanpa Orang Tua

Bayi laki-laki di Gresik terlahir yatim piatu, kedua orang tuanya meninggal dunia akibat Covid-19.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Willy Abraham
Baihaki dipelukan sang nenek, di Desa Pinggir, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Kamis (29/7/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Baihaki Nur Syihabuddin terlihat tidur nyenyak digendongan sang nenek. Bayi laki-laki berusia 41 hari itu terlahir tanpa kedua orang tuanya.

Kehadiran Baihaki sudah ditunggu-tunggu pasangan Siti Nur Hasanah (37) dan Basari (46). Sang ibu yang merupakan seorang guru dan ayahnya seorang pelaut ingin memiliki anak laki-laki.

Sembilan bulan mengandung, sang ayah pulang dari melaut mengantarkan istri ke RSUD Ibnu Sina. Berdua di ruang perawatan, sang bayi lahir. Namun kondisi Siti lemah dan positif Covid-19. Dia tidak sempat melihat anak laki-lakinya yang lucu dan menggemaskan itu.

Basari memberikan nama anak lelakinya itu dan sempat menggendongnya. Kondisinya sang ibu semakin lemas dan meninggal setelah sebelas hari melahirkan Baihaki.

Kemudian sepekan kemudian, sang ayah juga menyusul meninggal dunia dan dinyatakan positif Covid-19.

Sidiq Susanto (39), kakak dari Siti Nur Hasanah sempat mengasuh Baihaki.

"Saat kehilangan kedua orang tua sekaligus, saat itu Baihaki merasakan demam dan tidak menangis seharian," kata Sidiq.

Kini bayi malang itu diasuh kakek dan neneknya di Desa Pinggir, Kecamatan Balongpanggang, Gresik.

Selain Baihaki, Siti dan Basari meninggalkan tiga orang anak. Yaitu Elina Nuriyah Rahmatika (14) dan Zairah Nur Afiyah (10).

Sidiq menceritakan bagaimana Siti Nur Hasanah berjuang melawan Covid-19. Saat itu, ia masih beruntung bisa mendapatkan perawatan di RS. Di sana ia dirawat selama 13 hari. Sampai akhirnya meninggal pada tanggal 4 Juli 2021.

Sepeninggal adiknya, kemudian Shidiq kembali merawat suami adiknya. Kondisinya sama, terpapar Covid-19. Saat itu hasil lab menujukkan paru-paru Basari sudah parah. Virus Corona dengan cepat menggerogoti ayah tiga anak itu.

Anehnya, tiga hari sebelum Basari meninggal, ia sudah berpesan agar dimakamkan disamping pusara istrinya. Padahal, Basari belum mengetahui jika istrinya yang menemani hidupnya itu sudah lebih dulu meninggal dunia. Jarak antara istri dan Basari meninggal hanya 12 hari.

"Dia hanya bermimpi istrinya mengajak pulang terus. Itu tiga hari sebelum almarhum meninggal dunia," tutup Sidiq.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved