Breaking News:

Berita Nganjuk

Alasan Tidak Ada Sinyal, Pria ini Pinjam HP Korban untuk Telepon Tunangan dari Luar Hotel lalu Kabur

Dituduh menipu, MN (30)  warga Desa Triwungkidul Kecamatan Kademangan Kabupaten Probolinggo terpaksa berurusan dengan Satreskrim Polres Nganjuk.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
Foto: humas polres nganjuk
MN, tersangka penipuan dan penggelapan handphone yang ditangkap tim Resmob Polres Nganjuk.  

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Dituduh menipu, MN (30)  warga Desa Triwungkidul Kecamatan Kademangan Kabupaten Probolinggo terpaksa berurusan dengan Satreskrim Polres Nganjuk.

Ini setelah tersangka MN dilaporkan oleh korban warga Desa Bangsri Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk ke Polres Nganjuk terkait penipuan dan penggelapan handphone (HP).

Kasubag Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto menjelaskan, dalam laporan polisi disebutkan, kasus tersebut berawal dari korban dan tersangka janji bertemu di depan kamar salah satu hotel di Kota Nganjuk.

Ini setelah antara korban dan tersangka bertemu untuk transaksi jual beli handphone untuk bertemu di hotel tersebut.

"Setelah bertemu, antara korban dan tersangka terjadi kesepakatan dalam harga jual  handphone merek Oppo seharga Rp 4,2 juta," kata Supriyanto, Kamis (29/7/2021).

Selanjutnya, jelas Supriyanto, seusai transaksi tersangka meminjam handphone korban dengan alasan untuk menghubungi tunangannya.

Karena sinyal di dalam hotel terputus-putus, tersangka membawa handphone tersebut ke luar hotel untuk melanjutkan telpon tunanganya.

Namun setelah itu tersangka langsung kabur membawa handphone korban dan tidak kembali ke hotel.

"Saat itu juga, korban merasa tertipu langsung melapor kejadian yang dialaminya ke Polres Nganjuk," ucap Supriyanto.

Menerima laporan korban, menurut Supriyanto, Resmob Polres Nganjuk langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka.

Hingga akhirnya tersangka yang diketahui kabur ke wilayah Kabupaten Ngawi bisa diamankan Resmob Polres Nganjuk.

"Tersangka diamankan jajaran Resmob tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Polres Nganjuk," ucap Supriyanto.

Dalam pemeriksaan, ungkap Supriyanto, tersangka mengaku telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebanyak tiga kali di wilayah Nganjuk, satu kali di wilayah Kediri, dan satu kali di wilayah Blitar.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti kaos, tas, dan helm yang semuanya terkait dengan salah satu angkatan bersenjata yang diduga digunakan sebagai modus untuk menjalankan aksi penipuan.

"Tersangka sendiri terancam dijerat dengan Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ancaman hukuman hingga 5 tahun penjara," tutur Supriyanto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved