Breaking News:

PLN

Program Inovasi Listrik Sang Naga Masuk Top 99 Sinovik

Paparan tentang elektrifikasi pada petani buah naga di Banyuwangi yang telah mampu meningkatkan produksi di masa nonmusim.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: PLN UID Jatim
Paparan tentang elektrifikasi pada petani buah naga di Banyuwangi yang telah mampu meningkatkan produksi di masa nonmusim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Program Binaan PLN, Listrik Untuk Sang Naga, masuk Top 99 Kompetisi Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik).

Kompetisi ini digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB).

Program inovasi dengan judul Penggunaan Lampu Tingkatkan Produksi Buah Naga telah mulai memasuki tahap penjurian Top 99 Sinovik.

Pengecekan lapangan dilakukan langsung dari lahan buah naga milik petani buah naga, Edi Purwoko di Dusun Tambakrejo, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.

Secara bergantian, para juri Sinovik yang terdiri atas JB Kristiadi, Eko Prasojo, Haris Turino, R. Siti Zuhro, Tulus Abadi, dan ‌Indah Sukmaningsih menggunakan kesempatan tersebut untuk tanya jawab langsung pada pekan lalu.

Petani buah naga, Edi Purwoko bercerita sebelum menggunakan listrik buah naga hanya bisa dipanen satu musim saja.

"Harga per musim panen itu sangat murah berkirar Rp 2.000 - Rp 3.000 per kg. Sekarang dengan adanya inovasi ini permintaan buah naga dari luar Banyuwangi luar biasa meningkat," kata Edi.

Bahkan adanya pandemi tidak berdampak terhadap proses produksi dan permintaan pasar. Pengiriman buah tetap berjalan lancar.

"Kami sampai mempekerjakan tenaga kerja dari wilayah di luar Banyuwangi," tambah Edi.

Inovasi penggunaan lampu pada malam hari tingkatkan produksi buah naga merupakan teknologi tepat guna penggunaan lampu di kebun buah naga.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved