Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Pemprov Jatim Telah Guyur Bansos Senilai Rp 46,4 Miliar untuk Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Di masa pandemi covid-19 ini, Pemprov Jawa Timur tak henti mengguyur bansos bagi para keluarga Jawa Timur yang terdampak pandemi.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan bantuan sosial ke warga yang tinggal di kolong tol jembatan Dupak-Gresik pada Jumat (23/7/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Di masa pandemi covid-19 ini, Pemprov Jawa Timur tak henti mengguyur bansos bagi para keluarga Jawa Timur yang terdampak pandemi.

Terutama di tengah sulitnya kondisi PPKM Darurat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Pemprov Jatim bahkan turun langsung memberikan bansos dengan sistem door to door

Bansos diturunkan Pemprov Jatim sebagai salah satu wujud dalam penanganan pandemi covid-19. Sebab selain melakukan penanganan dari segi preventif dan promotif, kemudian juga melakukan penanganan dari sisi kuratif, Pemprov Jatim juga melakukan penanganan dari segi dampak ekonomi.

Sehingga, bansos menjadi bagian dari social safety net atau jaring pengaman sosial yang dikucurkan Pemprov Jatim demi membantu masyarakat ekonomi lemah dan rentan agar bisa survive di tengah masa pandemi covid-19.

Gubernur Khofifah mengatakan, per tanggal 23 Juli 2021, Pemprov Jatim telah menggelontor bansos Rp 46,49 miliar atau telah tercapai 37,57 persen dari target alokasi bansos senilai Rp 123,7 miliar. Sedangkan realisasi belanja bansos tahun 2021 oleh kabupaten kota se Jawa Timur telah mencapai Rp 220,6 miliar.

“Penyaluran bansos atau sosial safety net bagi yang terdampak pandemi covid-19 terus kami maksimalkan. Bahkan saya juga melakukan penyisiran langsung ke masyarakat yang tidak teridentifikasi sebagai penerima bansos, padahal mereka eligible. Door to door dalam penyaluran bansos kami lakukan dengan harapan ketepatan sasaran bisa dikedepankan,” tambah Khofifah, Selasa (27/7/2021).

Pembagian bansos door to door dilakukan Gubernur Khofifah, di antaranya di kampung 1001 malam Surabaya, kemudian di kampung topeng Malang dan juga di Jombang.

Pembagian bansos berupa sembako dan uang tunai diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat ekonomi lemah di tengah pandemi covid-19.

Di sisi lain, sebagaimana diberitakan sebelumnya, realisasi belanja daerah yang dilakukan oleh Pemprov Jatim di tahun 2021, termasuk di antaranya adalah belanja untuk percepatan penanganan covid-19.

Hingga tanggal 23 Juli 2021, Pemprov Jatim telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 446,5 miliar untuk penanganan covid-19. Realisasi belanja tersebut telah mencapai 58,03 persen dari target alokasi belanja daerah untuk penanganan covid-19 sebesar Rp 769,5 miliar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved