Breaking News:

Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Gelontorkan Dana BTT Rp 15 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Anggaran BTT di antaranya banyak digunakan untuk membantu warga yang sedang menjalani isolasi akibat terpapar Covid-19

surya.co.id/bobby kolloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahaya memberikan Piagam Penghargaan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Anton Delianto, Rabu (28/7/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk membantu penanganan Covid-19. Besarnya, mencapai Rp15 miliar.

"Untuk BTT, saat ini ada sekitar Rp15 miliar. Sudah kita gunakan," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Rabu (28/7/2021).

Anggaran BTT di antaranya banyak digunakan untuk membantu warga yang sedang menjalani isolasi akibat terpapar Covid-19. Khususnya, melalui program permakanan.

Baik yang sedang isolasi secara mandiri di rumah, maupun yang isolasi di sejumlah fasilitas kesehatan milik Pemkot.

"(Banyak) kita gunakan untuk permakanan," kata Cak Eri.

"Termasuk ketika ada warga dengan OTG yang masuk ke rumah sehat atau Asrama Haji hingga RS Lapangan Tembak atau RS Gelora Bung Tomo dan semuanya akan mendapatkan makanan," tambahnya.

Juga bagi warga yang merupakan kontak erat pasien Covid-19 dan sedang menunggu hasil swab PCR keluar, juga harus isolasi.

Baca juga: Kabupaten Tuban Zona Orange Sebaran Covid-19, Satgas Beberkan Indikator Keberhasilan

"Yang bersangkutan nggak keluar dahulu selama 3 hari dan mereka akan mendapatkan makanan," katanya.

Diharapkan, alokasi anggaran ke sektor permakanan akan membuat masyarakat nyaman.

Baik yang sedang menjalani isolasi maupun warga di sekitarnya.

Warga yang tak terindikasi positif bisa beraktivitas tanpa tertular Covid-19.

Sedangkan warga yang sedang isolasi bisa terjamin baik untuk gizi makanan, obat-obatan, hingga tenaga kesehatan yang rutin melakukan pemeriksaan.

"Kami berterimakasih kepada warga yang mau membantu menyiapkan fasilitas isolasi. Bahkan, beberapa ada di antaranya yang di tingkat RW," katanya.

Pemkot Surabaya memang menyiapkan tempat isolasi di sejumlah kawasan.
Bagi yang tanpa gejala, Pemkot menyiapkan rumah sehat yang berada di tiap kelurahan dan balai RW.

Untuk yang bergejala ringan, ada di Asrama Haji, RS Darurat Lapangan Tembak (RSLT), hingga Rumah Sakit Darurat GOR Indoor kompleks Gelora Bung Tomo (RSGBT).

Sedangkan untuk gejala berat ada di RSUD milik Pemkot.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi semakin banyaknya kluster keluarga/kampung.

Juga, membantu pasien apabila membutuhkan penanganan medis secara mendadak.

Untuk memastikan penggunaan BTT tak cacat hukum, Pemkot menggandeng pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

"Demi kepentingan penanganan pandemi, ada percepatan. Percepatan bisa dilakukan dengan pendampingan dari Kejaksaan," katanya.

Di sisi lain, Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Anton Delianto menerangkan pihaknya mengingatkan jajaran pemkot untuk mengalokasikan sesuai ketentuan.

"Pendampingan yang kami lakukan, khususnya dalam hal pencairan dan pengadaan barang dan jasa," kata Anton.

Sebelumnya, Pemkot menyebut kebutuhan belanja penanganan Covid-19 pada periode Juli-Desember 2021 mencapai Rp446 miliar.

Dari kebutuhan ini, kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) hanya mampu menopang sebesar Rp 200 miliar.

Selain dengan BTT, Pemkot Surabaya juga melakukan refocussing anggaran untuk membantu penanganan Covid-19.

Misalnya, untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan selama sembilan bulan terakhir.

Jumlah anggaran yang harus di-refocussing mencapai Rp89 miliar.

Selain dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD, juga menggunakan bantuan dari swasta atau perusahaan melalui program Surabaya Memanggil.

BACA BERITA SURABAYA LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved