Berita Magetan
Dukung Masyarakat Sehat Magetan, Bagi-bagi Susu Segar untuk Warga yang Isolasi Mandiri
Dikatakan Honggo, satu pedukuhan/dusun seperti di Desa/Kecamatan Ngariboyo permintaan bisa sampai 30 liter.
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, MAGETAN - Puluhan karyawan dan direksi Mojosemi Forest Park, Sarangan, Plaosan, Kabupaten Magetan membagikan susu segar untuk warga di sejumlah desa yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) covid-19.
Menurut Honggo, dalam dua hari ini sudah lebih dari 15 desa yang dipilih dan didistribusikan susu segar.
Desa-desa itu masuk zona merah dan banyak warga terpapar yang sedang isoman.
"Kalau susu kami menekankan bukan pada pemerataannya, tapi kualitas dan kesinambungan asupan susu bagi isoman. Jadi kalau yang punya kulkas satu Kepala Keluarga (KK) bisa kami drop dua sampai tiga liter, kalau yang nggak punya kulkas satu liter," ujar Direksi Mojosemi Forest Park Honggo Utomo kepada SURYA.CO.ID, Rabu (28/7/2021)..
Pemberian dua sampai tiga liter itu, lanjut Honggo, masih bisa order ulang.
Panitia pendistribusian susu segar program masyarakat sehat membentuk relawan sebagai penanggungjawab (Person in Charge (PIC) di setiap kelompok.
"Kemarin Selasa (27/7/2021) sudah lebih 450 liter susu kami distribusikan dengan kemasan satu literan. Untuk maping kami dibantu dan bekerja sama dengan bidan desa, Kepala Desa, relawan dan jaringan kami di pelosok pelosok pedesaan,"katanya.
Dikatakan Honggo, satu pedukuhan/dusun seperti di Desa/Kecamatan Ngariboyo permintaan bisa sampai 30 liter.
Baca juga: Sedang Disiapkan, Tempat Isolasi Terpusat di Asrama Mahasiswa Kampus PGSD UM Kota Blitar
Tapi susu sebanyak itu masih bisa order ulang bila masih banyak warga yang sedang dan pasca isoman yang belum menerima.
"Satu liter susu segar yang dikemas dalam kantong plastik itu bisa untuk diminum lima orang, masing masing satu gelas ukuran 200 mililiter (ml). Tapi memang tidak akan sekali itu untuk menambah imun tubuh,"tandasnya.
Honggo Utomo juga berharap pandemi covid-19 segera berlalu, dan warga bisa kembali berwisata seperti dulu lagi.
"Kita berharap masyarakat bisa kembali datang di wahana wisata alam Mojosemi Forest Park dan semua berjalan seperti sedia kala," kata
Menurut Honggo Utomo, hormon serotonin salah satu hormon kebahagian, Kesehatan, hanya bisa keluar bila kita bisa menikmati atau melihat pemandangan alam, jalan jalan sambil berjemur matahari, berdoa dan beribadah.
Otomatis masyarakat sehat dan berwisata itu jadi kebutuhan.
"Semoga pandemi segera berlalu agar perekonomian warga di Kabupaten Magetan bisa bangkit dari keterpurukan," kata pria berbadan bongsor ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/puluhan-karyawan-dan-direksi-mojosemi-forest-park-sarangan-plaosan-kabupaten-magetan.jpg)