Breaking News:

Berita Nganjuk

Ada Apa Penahanan Bupati Nganjuk Nonaktif Novi Rahman Hidayat Diperpanjang Kejaksaan

Kasi Intelijen Kejari Nganjuk, Dicky Andi Firmansyah, menjelaskan masa penahanan NRH dan enam tersangka lainnya habis pada 27 Juli.

Editor: Anas Miftakhudin
Kolase Pemkab Nganjuk/Kompas.com
Bupati Nganjuk nonaktif Novi Rahman Hidayat. Foto kanan : ilustrasi uang. KPK menetapkan Novi Rahman Hidayat, 5 camat dan ajudan bupati menjadi tersangka dugaan jual beli jabatan di Nganjuk. Tarif jual beli jabatan antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Namun, ada yang mencapai Rp 150 juta. 

SURYA.CO.ID I NGANJUK – Bupati Nganjuk Nonaktif, Novi Rahman Hidayat bakal lebih lama lagi menghuni terali jeruji besi karena belum siap disidangkan.

Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Nganjuk memperpanjang masa penahanannya.

Begitu pula dengan enam tersangka lainnya yang ikut terseret dalam pusaran dugaan suap jual beli jabatan di Pemerintah Kabupaten Nganjuk, masa penahanannya diperpanjang.

Langkah yang dilakukan itu karena JPU masih menyempurnakan surat dakwaan perkara korupsi terkait penerimaan dan pemberian uang dalam mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk.

Kasi Intelijen Kejari Nganjuk, Dicky Andi Firmansyah, menjelaskan masa penahanan NRH dan enam tersangka lainnya habis pada 27 Juli.

“Namun kami selaku jaksa penuntut umum melakukan perpanjangan penahanan sampai dengan 30 hari ke depan,” jelas Dicky di Nganjuk, Rabu (28/7/2021).

Kasi Intel Kejari Nganjuk, Dicky Andi Firmansyah (kiri) bersama Kasi Pidsus Kejari Nganjuk, Andie Wicaksono (kanan) saat diwawancarai wartawan, Rabu (28/7/2021).(KOMPAS.COM/USMAN HADI)
Kasi Intel Kejari Nganjuk, Dicky Andi Firmansyah (kiri) bersama Kasi Pidsus Kejari Nganjuk, Andie Wicaksono (kanan) saat diwawancarai wartawan, Rabu (28/7/2021).(KOMPAS.COM/USMAN HADI) (Kompas.com)

“Penahanan ketujuh tersangka dititipkan di Polres Nganjuk,” terangnya.

Kejari Nganjuk, kata Dicky, memilih menitipkan NRH dan enam tersangka lainnya ke Rutan Polres karena Rutan Kelas II B Nganjuk tidak menerima tahanan di masa pandemi.

Menurut Dicky, perpanjangan masa tahanan ini diambil karena JPU Kejari Nganjuk masih menyempurnakan surat dakwaan.

“Menurut gambaran kami sudah cukup, nanti kami lihat dari hasil persidangan untuk pembuktian perkaranya. Cuma kami masih penyempurnaan terhadap alur dari dakwaan,” tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved