Breaking News:

Berita Malang Raya

Safe House Rusunawa UB Malang untuk Pasien Covid-19 Belum Difungsikan, Ini Sebabnya

Penambahan safe house baru ini dilakukan guna menanggulangi lonjakan kasus Covid-19, dan penuhnya Rumah Sakit Lapangan

Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hayu yudha prabowo
Forkopimda Kota Malang saat meninjau Rusunawa UB Dieng di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Selasa (29/6/2021). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Rencana penambahan safe house baru yang berlokasi di rusunawa milik Universitas Brawijaya Malang (UB) hingga kini belum juga difungsikan oleh Pemerintah Kota Malang.

Sejak dikunjungi Wali Kota Malang bersama Forkompimda Kota Malang pada 26 Juni 2021, belum ada pasien yang menjalani isolasi mandiri di sana.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, belum difungsikannya safe house di rusunawa UB ini lantaran belum ada kerjasama yang dilakukan.

Prosesnya pun hingga kini masih ke dalam tahap penjajakan.

"Safe house di UB itu belum diisi karena belum ada perjanjian kerjasama. Tunggu nanti MoU. Dan ini masih tahap penjajakan," ucapnya.

Penambahan safe house baru ini dilakukan guna menanggulangi lonjakan kasus Covid-19, dan penuhnya Rumah Sakit Lapangan maupun RS Rujukan Covid-19.

Tak hanya safe house di rusunawa UB, rencananya Sutiaji juga akan menambahkan safe house baru di dua sekolah di Kota Malang.

Baca juga: Hari Jadi Kota Kediri ke 1.142, Bagi-bagi Sembako ke Panti Sosial dan Gelar Vaksinasi Covid-19

Serta di lokasi lain yang hingga kini masih belum disampaikan ke media.

Khusus untuk di rusunawa UB, Sutiaji mengatakan, nantinya akan terdapat 50 kamar yang masing-masing kamar bisa menampung 4 orang.

Akan tetapi, jika nanti akan difungsikan, Sutiaji memperkirakan hanya menyediakan dua bed dalam satu kamar yang artinya diperuntukkan untuk 100 orang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved