Breaking News:

Berita Jember

PNS Pemkab Jember dan Kontraktor Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rehab Pasar Balung Kulon

Penyidik Polres Jember menetapkan dua tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi proyek rehabilitasi bangunan Pasar Balung Kulon Kecamatan Balung.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Parmin
Foto Humas Polres Jember
Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna. Polres Jember menetapkan dua tersangka dalam dugaan korupsi proyek rehab Pasar Balung Kulon Jember. 

Surya.co.id | JEMBER- Penyidik Polres Jember menetapkan dua tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi proyek rehabilitasi bangunan Pasar Balung Kulon Kecamatan Balung.

Kedua orang tersangka itu adalah seorang PNS Pemkab Jember yang bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial DS, dan seorang kontraktor Jn.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, penetapan tersangka kedua orang itu dilakukan setelah ada peningkatan tahapan dari penyelidikan ke penyidikan, Senin (26/7/2021) sore.

"Tersangka berinisial Jn dan DS," ujar Yogi dalam keterangan persnya, Selasa (27/7/2021).

Penetapan tersangka dugaan korupsi rehab Pasar Balung Kulon ini menjadi babak baru dalam proses pemeriksaan perkara tersebut. Polisi menangani perkara tersebut sejak November tahun 2020 kemarin.

Proses penyelidikan berlangsung cukup lama. Bahkan saksi yang diperiksa mencapai 38 orang.

Polisi juga sudah mengantongi kerugian negara berdasarkan perhitungan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, yakni sebesar Rp 1,899 miliar.

Anggaran proyek rehab pasar tersebut senilai Rp 7,5 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Jember tahun 2019. Anggaran tersebut melekat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Jember.

"Kedua tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dan merugikan negara sebesar Rp 1,899 miliar. Ini berdasarkan hasil audit BPKP Jatim," imbuh Yogi.

Dia menjelaskan dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan konstruksi proyek rehab fisik Pasar Balung Kulon tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved