Breaking News:

Berita Mojokerto

Masuk Musim Kemarau, Warga Lereng Gunung Penanggungan Kec Ngoro Mojokerto mulai Krisis Air Bersih

Memasuki musim kemarau masyarakat lereng Gunung Penanggungan di mulai kesulitan memperoleh air bersih.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya.co.id/mohammad romadoni
Warga Desa Kunjorowesi saat mengambil air bersih yang dirop dari mobil tangki BPBD Kabupaten Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Memasuki musim kemarau masyarakat lereng Gunung Penanggungan di mulai kesulitan memperoleh air bersih.

Kondisi paling parah akibat krisis air bersih tersebut dialami sebagian besar warga yang bermukim
di Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi.

Kepala Desa Kunjorowesi, Darsono mengatakan warga mulai kesulitan memperoleh air bersih setiap kali memasuki musim kemarau.

"Sudah mulai ini musim kemarau yang berdampak krisis air bersih dan saya sudah berencana akan mengirim surat permohonan bantuan Dropping air bersih dari BPBD Kabupaten Mojokerto," ungkapnya kepada Surya.co.id, Selasa (27/7/2021).

Menurut dia, terdapat tiga dusun di Desa Kunjorowesi yakni Dusun Sekantong, Dusun Kandangan dan Dusun Kunjuro.

Namun dampak krisis air bersih kini melanda masyarakat di lingkungan telaga dan Sumber wilayah Dusun Kandangan dengan jumlah sekitar 202 Kepala Keluarga (KK).

"Kalau di Dusun Kunjuro dapat diatasi dengan cara bergilir dari air PAM (Pipinisasi Sumber Duyung) meskipun menunggu empat hari baru bisa dialiri," jelasnya.

Pemerintah Desa berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto dapat memberikan bantuan berupa Dropping air untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kunjorowesi selama musim kemarau ini.

"Harapan kami warga tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih di musim kemarau sehingga saya akan mengajukan bantuan Dropping air bersih dari BPBD," ucap Darsono.

Plt,Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto  Luthfi Ariono, mengatakan pihaknya belum menerima surat permohonan bantuan Dropping air bersih di daerah terdampak musim kemarau Desa Kunjorowesi

"Sejauh ini kami masih belum menerima laporan dari pihak desa yang bersangkutan karena jika mulai kekeringan maka Pemdes  akan melaporkan ke BPBD," terangnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Djoko Supangkat menambahkan pihaknya akan segera menindaklanjuti setelah adanya permohonan bantuan Dropping air di Desa Kunjorowesi tersebut.

"Jadi memang setiap tahun musim kemarau wilayah Desa Kunjorowesi bahkan di daerah Kecamatan Ngoro dan Dusung Duyung Kecamatan Trawas mengalami kekeringan sehingga solusinya kita lakukan Dropping air terkait mekanisme itu kami menyesuaikan dengan kebutuhan desa setempat," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved