Breaking News:

Komisi IX DPR RI Dukung Kemenko Perekonomian Tambah Stok Vaksin

Komisi IX DPR RI mendukung upaya Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto untuk menambah stok vaksin.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Parmin
Foto: istimewa
Legislator DPR Komisi IX Yahya Zaini menyambut baik upaya Kemenko Perekonomian dalam memastikan keamanan (safety), mutu (quality), dan khasiat (efficacy) untuk seluruh jenis vaksin. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Komisi IX DPR RI mendukung upaya Menteri Kordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto untuk terus menambah stok vaksin.

Hari Selasa (27 Juli), Indonesia kembali kedatangan 21,2 dosis vaksin Covid-19 Sinovac dalam bentuk bahan baku atau bulk hari ini, yang merupakan kedatangan vaksin tahap ke-30.

Dengan demikian diharapkan target 2 juta vaksin per hari akan segera tercapai. 

Legislator DPR Komisi IX Yahya Zaini menyambut baik upaya Kemenko Perekonomian dalam memastikan keamanan (safety), mutu (quality), dan khasiat (efficacy) untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh.

Sebab, vaksin yang disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi oleh Badan POM dan rekomendasi dari ITAGI, WHO, dan para ahli.

“Dengan demikian, Kemenko Perekonomian tidak saja mampu menambah stok vaksin melainkan sekaligus memberi ketenangan kepada masyarakat yang akan menerima vaksin,” kata Yahya.

Yahya Zaini menilai, upaya percepatan pengadaan vaksin sesuai dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menekankan vaksinasi Covid-19 sebagai game changer atau salah satu langkah krusial yang menentukan kesuksesan Indonesia keluar dari pandemi ini.

"Karena itu, vaksin merupakan solusi yang amat penting dalam perang melawan pandemi. Apabila Indonesia sudah mencapai target kekebalan komunal (herd immunity), otomatis perang melawan pandemi akan makin ringan,” tegas Yahya.

Sebelumnya Ketua KPCPEN Airlangga yang juga menjabat Ketua Umum Golkar menegaskan vaksin yang sudah diterima Indonesia sampai saat ini total sekitar 173,1 juta dosis.

Yaitu vaksin jadi Sinovac 3 juta dosis, Astra Zeneca 14,9 juta dosis, Sinopharm 6 juta dosis,  dan Moderna 4,5 juta dosis.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved