Breaking News:

Bercermin dari Kasus 7 Debt Collector Keroyok Seorang Pinjol hingga Tewas, Kapolda Bali Diminta Ini

Seorang pengutang pinjaman online (pinjol) tewas dikeroyok oleh 7 debt collector di Bali karena kredit macet.

Editor: Iksan Fauzi
surabaya.tribunnews.com/eben haezer
Ilustrasi pengguna fintech mengajukan pinjaman online (pinjol) melalui aplikasi Android. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Seorang pengutang pinjaman online (pinjol) tewas dikeroyok oleh 7 debt collector di Bali karena kredit macet.

Bercermin dari kasus pengeroyokan tersebut, anggota DPR dari Fraksi Nasdem meminta Kapolda Bali mengusut tuntas dan berani bertindak tegas mengawasi pinjol.

Kasus pengeroyokan hingga hilangnya nyawa seorang pinjol tersebut membuat Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni angkat bicara.

Sahroni beralasan mengapa Kapolda Bali hingga jajarannya turun tangan mengawasi pinjol? Hal ini untuk memastikan bahwa proses penagihan dilakukan sesuai aturan dan tidak membahayakan nyawa.

"Kapolda Bali dan seluruh jajaran Kapolres di bawahnya harus benar-benar serius dalam menanggapi masalah debt collector ini, dimulai dari lembaga pinjolnya, karena Pinjol ini sudah terlalu banyak memakan korban. Kepolisian bersama OJK di pusat maupun daerah harus memastikan bahwa lembaga pinjol tidak menggunakan jasa debt collector yang melanggar aturan, apalagi sampai membunuh," ujar Sahroni, Selasa (27/7/2021).

Adapun ancaman yang paling sering digunakan adalah penghinaan, pencemaran nama baik, hingga menyebarkan foto/video pribadi.

Padahal, pemerintah sudah mengatur bahwa lembaga peminjaman uang tidak boleh menggunakan jasa debt collector yang menggunakan kekerasan ketika melakukan penagihan.

Menurut Sahroni, hal itu sangat mengkhawatirkan, apalagi kekinian seorang warga dibunuh di Bali setelah dikroyok oleh tujuh orang debt collector.

"Saya baru mendapat informasi tentang pembunuhan atas seorang warga di Denpasar, Bali oleh tujuh orang debt collector. Ini sangat mengusik hati nurani kita, karena pembunuhannya sangat sadis dan dilakukan oleh banyak debt collector. Padahal, kita tahu bahwa dalam aturan OJK, penggunaan kekerasan apalagi sampai pembunuhan ini sangat dilarang," kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Lebih lanjut, Sahroni menyerukan agar Kapolda Bali harus tegas dalam mengawasi lembaga pinjol (pinjaman online) yang menggunakan jasa debt collector. (Tribunnews.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved