DPRD Surabaya

Ayo Rek Donor Plasma Konvalesen, Berbagi Kesembuhan, Ketua DPRD Donorkan Plasma Konvalesen

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mendonorkan plasma konvalesen demi berbagi kesembuhan terhadap sesama.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
Foto: dok pribadi
PENYINTAS - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono saat mendonorkan plasma Konvalesen di Kantor PMI Surabaya, Sabtu (24/7/2021). Adi merupakan penyintas covid setelah sembuh seusai terpapar covid-19. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mendonorkan plasma konvalesen demi berbagi kesembuhan terhadap sesama. Adi yang pernah terpapar covid-19 berdonor di Kantor PMI Surabaya, Sabtu (24/7/2021).

Stok plasma ini sedang langka. Padahal, saat ini sangat dibutuhkan seiring dengan tingginya jumlah warga yang terpapar covid. Situasi ini membangkitkan semangat Ketua Dewan itu untuk mendonorkan plasmanya. 

Permintaan plasma darah setiap harinya lebih dari 100 kantung. Sementara kemampuan PMI sekitar 60-70 pendonor. Makin banyaknya pasien covid yang memenuhi rumah sakit (RS), menjadikan kebutuhan plasma terus dibutuhkan. 

"Ayo rek, donor plasma darah! Tidak hanya untuk keselamatan teman atau keluarga. Tetapi juga untuk kesembuhan sesama masyarakat. Tanpa perlu mengetahui asal usul dan latar belakang. Mari peduli kepada sesama," ajak Adi Sutarwijono, Minggu (25/7/2021).

Pria alumni FISIP Unair ini berstatus penyintas covid. Dia pada awal Juni lalu terpapar covid. Setelah menjalani uji laboratorium di Kantor PMI, Adi dinyatakan memenuhi syarat untuk menjadi pendonor plasma konvalesen.

“Saya bersyukur dinyatakan lolos screening sehingga layak menjadi pendonor plasma. Dengan begitu saya bisa berbagi kesembuhan, berbagi kesehatan, berbagi optimisme dan spirit kehidupan bagi penderita covid," ucap Adi.

Plasma didonorkan untuk pasien covid-19 yang sedang dirawat sebagai terapi dan pengobatan. 

Plasma ini mengandung antibodi. Pasien yang sudah sembuh, telah membentuk antibodi dari covid-19. 

Antibodi inilah yang didonorkan kepada pasien covid-19. Diharapkan akan membantu antibodi dari pasien yang dirawat. Ini untuk mencegah penyakit berkembang lebih parah, dan mempercepat waktu penyembuhan.

Syarat pendonor adalah pasca 14 hari sembuh hingga 3 bulan. Diutamakan laki-laki dan perempuan yang belum pernah hamil. Juga dinyatakan sehat sesuai hasil uji lab.

Ketua DPRD Adi Sutarwijono sembuh dari covid setelah perawatan dan karantina kesehatan, baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri (isoman) di rumah. Sejumlah koleganya di DPRD Kota Surabaya juga sempat terpapar. Namun mereka kini sembuh semua. 

"Semoga semua penderita covid-19 diberikan kekuatan, kesembuhan dan kesehatan kembali. Tekad saya setelah sembuh akan memberikan donor plasma bagi pasien covid,” kata Adi.

Ketua DPRD yang juga Ketua DPC PDIP Kota Surabaya ini berharap makin banyak para penyintas dengan sukarela mendonorkan plasma darahnya. Setetes plasma darah bisa diperlukan demi kesembuhan penderita lain.

“Ini murni kemanusiaan. Kita tularkan kesembuhan dan spirit kehidupan kepada mereka yang sakit. Karena bagi mereka yang sembuh, mereka telah lolos dari bayang-bayang ketakutan dan maut sekalipun, akibat terpapar covid-19,” kata Adi.

Banyak Permintaan

Kabag Pelayanan dan Humas PMI Kota Surabaya, dr Martono Adi Triyogo menuturkan bahwa permintaan donor plasma banyak. Para penyintas covid-19 juga banyak yang antusias donor. "Tapi perkiraan kami, juga banyak penderita covid-19 yang tidak menemukan pendonor,” kata Martono.

Lembaga palang merah ini mempunyai 6 alat untuk mengambil plasma darah. Dari 6 alat itu, yang rusak 2 alat. Melihat situasi saat ini, idealnya mempunyai 8 alat aktif yang bisa beroperasi untuk mengambil plasma darah.

Selaku Ketua DPRD, Adi Sutarwijono memahami kalau Kantor PMI Surabaya membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Diharapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan pihak manapun bisa memberikan dukungan tambahan alat dan kantung darah. Ini demi pelayanan misi kemanusiaan PMI kepada warga, di tengah pandemi.

Saat ini segala daya dan upaya maksimal telah dilakukan Pemkot Surabaya dan masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan covid-19. Begitu juga RS, tengah berupaya keras menyembuhkan pasien covid. Maka, mari dukung Pemerintah dan tenaga kesehatan. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved