Breaking News:

Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Bebaskan Biaya Retribusi Sentra Wisata Kuliner Selama Penerapan PPKM

Pemkot Surabaya membebaskan retribusi bagi pedagang Sentra Wisata Kuliner (SWK) se-Surabaya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
Suasana salah satu Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Surabaya yang sepi selama penerapan PPKM Darurat. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya membebaskan retribusi bagi pedagang Sentra Wisata Kuliner (SWK) se-Surabaya. Ini dilakukan selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Pemkot Surabaya tak memungkiri, jumlah pengunjung di SWK mengalami penurunan. Mengingat, pembeli tidak diperbolehkan makan di tempat. Sehingga, pendapatan pedagang pun merosot tajam.

“Selama masa PPKM Darurat ini pedagang mengalami penurunan pemasukan signifikan," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya Widodo, Suryantoro, Sabtu (24/7/2021).

"Sesuai arahan Bapak Wali Kota (Eri Cahyadi), kami bebaskan retribusi SWK khusus bulan Juli 2021,” kata Widodo.

Widodo menjelaskan, pembebasan itu berlaku bagi seluruh SWK. Ini terdiri dari 49 titik lokasi yang tersebar se-Surabaya.

Menurutnya, upaya ini penting dilakukan agar para pedagang SWK tidak terbebani dalam membayar retribusi selama PPKM Darurat.

“Kami cek, hasil penjualan melalui single kasir mengalami penurunan omzet,” lanjut dia.

Pembebasan retribusi SWK hanya berlaku selama Juli. Dengan kata lain, hanya selama PKKM Darurat/Level 4 belangsung.

"Apabila PPKM Daruratnya selesai maka pembayaran seperti semula. Nantinya, para pembeli sudah bisa makan di tempat dengan protokol kesehatan yang ketat,” papar Widodo.

Saat ini, sejumlah SWK telah mengajukan pembebasan retribusi secara langsung ke dinas terkait. Widodo menjelaskan, masing-masing SWK tak perlu mengurus untuk mendapatkan fasilitas bebas retribusi.

"Otomatis kami tidak menarik retribusi selama untuk bulan Juli. Sekalipun, SWK tidak mengurus pembebasan (retribusi),” jelas dia.

Widodo berharap, pandemi Covid-19 khususnya di Kota Surabaya agar segera berlalu. Sehingga seluruh pedagang dapat berjualan kembali seperti sedia kala dan ekonomi Kota Pahlawan kembali bergerak.

“Semoga setelah ini semuanya lebih baik lagi. Tetap jaga protokol kesehatan (prokes) ketat di manapun berada,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Surabaya memiliki 49 titik SWK yang tersebar di seluruh Surabaya. Menyajikan berbagai makanan, masing-masing SWK berada di bawah pengelolaan Pemkot Surabaya.

Tiap bulan, masing-masing SWK memberikan retribusi kepada Pemerintah Kota. Namun, sektor kuliner di Surabaya saat ini juga terdampak penerapan PPKM selama tiga pekan terakhir.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved