Jumat, 15 Mei 2026

Berita Malang Raya

Usulkan PPKM Mikro, Pemkot Malang akan Kuatkan Testing dan Tracing di Tingkat RT/RW

Kejadian itu sempat membuat dua wilayah itu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lokal.

Tayang:
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Foto Ilustrasi petugas medis menaruh sample hasil rapid test antigen untuk mencegah penyebaran virus covid-19. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Menghadapi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, Wali Kota Malang, Sutiaji akan kembali menguatkan testing dan tracing di tingkat RT RW.

Hal ini dilakukan, setelah Sutiaji menyampaikan aspirasi dan usulan agar tidak perlu ada lagi pola PPKM Darurat kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin beberapa hari yang lalu.

Sutiaji mengatakan, penguatan testing dan tracing di tingkat RT RW pernah berjalan secara efektif ketika terjadi lonjakan kasus di wilayah Bunulrejo dan Mergosono di tahun 2020.

Kejadian itu sempat membuat dua wilayah itu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lokal.

"Pengendalian harus mulai dan dikuatkan di level kampung atau RT/RW. Ini sejalan dengan spirit dari strategi tracing dan testing. Kendali sejak di titik awal. Bertepatan kota Malang punya pengalaman empirik yang bisa dikatakan berhasil, yakni saat kasus covid di jalan Binor Bunul rejo dan juga di kampung Mergosono," ucapnya.

Pada saat itu, Sutiaji menjelaskan, dengan adanya testing dan tracing, warga dengan cepat dapat langsung terlokalisir.

Baca juga: Viral Video Ruang Isolasi Covid-19 Kosong Tanpa Nakes, Ini Penjelasan Direktur RSUD Pacitan

Begitu juga dalam proses pemantauan warga hingga pendampingan kepada yang isoman juga berjalan dengan baik.

"Komunikasi antara Puskesmas dengan warga di titik tersebut juga sangat konstruktif karena terfokus. Begitu pola pendekatan meluas, justru seakan kehilangan sasaran pokok," tambahnya.

Maka dari itu, Sutiaji ngotot dalam mengusulkan PPKM Mikro agar lebih diseriusi dan dijadikan pola secara nasional.

"Begitu kita bisa melakukan pengendalian pada tingkat mikro, secara otomatis maka strategi testing dan tracing akan lebih terpola," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, pola testing dan tracing ini diterapkan di masing-masing wilayah ketika ada kasus Covid-19.

Testing dan tracing tersebut dilakukan ketika ada satu orang yang terkonfirmasi positif.

Kemudian tindak lanjutnya ialah dilakukan tracing dan testing kepada 15 orang kontak erat.

"Secara teknis ada satu kasus konfirmasi positif itu harus dilakukan tracing dan testing yang minimal kepada 15 orang kontak erat dengan yang bersangkutan," tandasnya. (Rifky Edgar)

BACA BERITA MALANG RAYA LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved