Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Sudah 93 Anak Jatim Meninggal Akibat Covid-19, Khofifah Ajak Ortu Lindungi Anak dengan Vaksinasi

Gubernur Khofifah mengajak orang tua untuk melindungi anak-anak dengan memaksimalkan vaksinasi Covid-19.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan hadiah power bank pada siswa Trimurti Senior High School, yang menjadi panitia vaksinasi pelajar, dalam kunjungannya, Jumat (23/7/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada hari Jumat (23/7/2021), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak orang tua (Ortu) untuk melindungi anak-anak dengan memaksimalkan vaksinasi Covid-19. Sebab, sejauh ini di Jatim sudah ada 93 orang anak meninggal akibat Covid-19.

Berbeda dengan peringatan pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan HAN tahun ini penuh tantangan karena adanya pandemi Covid-19. Terutama adanya varian baru yang dikenal varian delta yang juga memapar anak-anak.

Dikatakan Gubernur Khofifah, implikasi pandemi ini bagi anak- anak begitu besar.

"Banyak anak mengalami berbagai persoalan, seperti masalah pengasuhan karena orang tuanya positif Covid-19, kurangnya kesempatan bermain dan belajar, serta meningkatnya kasus kekerasan selama pandemi akibat diterapkannya kebijakan jaga jarak maupun belajar dan bekerja di rumah," kata Khofifah di sela kunjungannya memantau vaksinasi pelajar di Trimurti Senior High School, Surabaya, Jumat (23/7/2021).

Tak hanya itu, berdasarkan laporan Komite Penanganan Covid-19 Nasional di laman covid19.go.id per tanggal 21 Juli 2021, tercatat jumlah kasus tekonfirmasi positif di Jawa Timur mencapai 249.242 kasus. Dengan 22.107 kasus di antaranya adalah kasus yang menyerang pada anak-anak dengan usia di bawah 18 tahun.

"Dari 249.242 kasus positif Covid-19 di Jawa Timur tersebut, terdapat 16.495 jiwa yang meninggal dunia. Dan dari 16.495 jiwa yang meninggal tersebut, sebanyak 93 jiwa anak-anak. Dengan rincian 46 anak usia 0-5 tahun dan 47 anak usia 6-18 tahun," tandas Khofifah.

Lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Timur ini banyak terjadi pada klaster keluarga. Klaster keluarga adalah penyebab virus Corona yang berasal dari anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah. Biasanya, penyebaran berawal dari seseorang yang telah lebih dulu terpapar, lalu menularkan pada anggota keluarga lain.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan klaster keluarga semakin masif. Antara lain membiarkan anak anak bermain bersama di lingkungan komplek atau perumahan tanpa protokol kesehatan.

"Anak-anak kita di Jawa Timur harus kita lindungi. Salah satunya dengan pemberian vaksinasi. Untuk saat ini, sudah tersedia vaksinasi bagi anak yang diberikan untuk anak dengan rentang usia usia 12 - 17 tahun," terang Gubernur Khofifah.

Di Jawa Timur, jumlah anak usia tersebut sebanyak 3.093.465 jiwa. Untuk itu ia mendorong elemen orang tua, guru dan juga tokoh masyarakat agar turut menggencarkan vaksinasi Covid-19 untuk anak.

Ditegaskan Khofifah, pemberian vaksin anak-anak tidak hanya melindungi anak dari infeksi virus corona, melainkan juga penting untuk mencegah anak-anak menularkannya kepada orang dewasa yang rentan. Selain itu, perlindungan anak merupakan bagian dari investasi pembangunan SDM.

Pemenuhan hak dan perlindungan anak secara optimal akan menghasilkan individu berkualitas yang membawa kebangkitan dan kemajuan Jawa Timur di masa yang akan datang. Sebaliknya, jika permasalahan anak tidak tertangani dengan baik maka generasi selanjutnya akan menjadi beban bagi Pemerintah.

"Untuk itu, dibutuhkan suatu sistem perlindungan anak yang efektif melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, perlakuan salah, eksploitasi dan penelantaran terutama pada masa pandemi ini. Selamat Hari Anak Nasional, Anak Terlindungi, Indonesia Maju," pungkas Khofifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved