Breaking News:

Berita Surabaya

Sistem Blended Learning Sekolah Murid Merdeka Diminati Peserta Didik dan Orang Tua

Pembelajaran daring dengan sistem blended learning yang dipakai Sekolah Murid Merdeka mendapat respons positif dari peserta didik dan orang tuanya

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Istimewa/SMM
Ilustrasi belajar daring bagi anak-anak yang bisa memanfaatkan sistim Blended Learning dari SMM. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pembelajaran daring dengan sistem blended learning yang dipakai Sekolah Murid Merdeka (SMM) mendapat respons positif dari peserta didik dan orang tuanya. Karena bisa memanfaatkan teknologi informasi dengan biaya terjangkau.

Kepala SMM, Laksmi Mayesti mengatakan, hal yang perlu diingat dari sistem pembelajaran blended learning adalah siswa harus belajar online dan offline.

"Jadi tidak hanya belajar online saja, tapi juga offline. Sehingga siswa harus bisa benar-benar memahami materi pelajaran yang disampaikan," kata Laksmi, Kamis (22/7/2021).

Sistem blended learning telah dianut SMM sejak sebelum pandemi menghantam Indonesia. Di mana mereka menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka langsung.

Sistem blended learning ini diketahui menguntungkan peserta didik serta orang tua baik dari segi kualitas dengan kurikulum pendidikan terbaik. Di antaranya karena akses pembelajaran yang fleksibel berkat pemanfaatan teknologi informasi. Serta biaya yang terjangkau untuk seluruh anak Indonesia.

Hingga saat ini, pada tahun ajar 2021, SMM telah menginisiasi pembukaan lokasi pembelajaran luar jaringan (offline) di delapan kota yaitu Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Depok, Bogor, Bekasi, Bandung, Semarang dan Surabaya.

"Di masa pandemi ini banyak yang menawarkan pembelajaran dengan menggunakan teknologi sebagai media ajar, tetapi tidak banyak yang mengintegrasikan antara teknologi dengan pedagogi atau metode ajar yang baik," jelas Laksmi.

Saat ini, setiap pengajar di SMM didorong untuk selalu mengembangkan kreativitasnya agar anak-anak atau peserta didik dapat berinteraksi secara terbuka baik kepada guru maupun teman-temannya.

Sebab menurutnya, interaksi yang terbuka tersebut akan menjadi benefit juga bagi orang tua peserta didik ataupun mereka yang akan mendaftarkan anaknya di SMM pada tahun ajaran 2021.

"Sehingga orang tua bisa mengetahui perkembangan anaknya dengan terlibat secara langsung tanpa harus merasa terbebani, karena seolah-olah sistem pembelajaran daring cenderung hanya memberatkan orang tua dan anak-anak," jelas Laksmi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved