Breaking News:

PPKM Level 4 di Tulungagung

Gara-gara Resepsi Anaknya Dilarang, Seorang Ibu di Tulungagung Menangis Tahu 3 Hajatan Digelar Warga

Seorang ibu asal Kecamatan Karangrejo menangis di Posko Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Jumat (23/7/2021).

Penulis: David Yohanes | Editor: Parmin
surya.co.id/david yohanes
Warga yang memohon izin hajatan di Posko Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung. 

Namun diakui Dedi, Satgas kabupaten tidak bisa mengawasi seluruh wilayah.

Karena itu kewenangan pengawasan larangan hajatan ini ada di Satgas kecamatan.

Satgas kecamatan yang diminta tegas, tanpa tebang pilih.

“Hajatan tidak ada yang diizinkan. Saya berharap ada ketegasan dari Satgas Kecamatan,” ujar Dedi.

Dedi khawatir, jika ada perilaku tebang pilih di kecamatan akan menimbulkan kecemburuan sosial.

Hal ini akan kontraproduktif dengan kebijakan Satgas Kabupaten yang berusaha menyukseskan PPKM Level 4.

Dampaknya masyarakat menjadi tidak percaya lagi dengan upaya pemerintah dalam mengendalikan penularan Covid-19.

Karena itu masyarakat diminta melapor langsung ke Satgas Kabupaten jika masih melihat pelanggaran hajatan.

“Nantinya Satgas Kabupaten yang akan menekan Satgas Kecamatan untuk mengambil tindakan,”tegasnya.

Lebih jauh Dedi meyakinkan, Satgas Kecamatan masih konsisten mengawal PPKM Level 4.

Ia mencontohkan, Satgas Kecamatan Tulungagung pernah membubarkan hajatan di Kelurahan Jepun.

Bahkan saat itu Babinsa yang aktif melapor, sementara Polsek yang menurunkan tenda.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved