Breaking News:

Pemprov Jatim

Tinjau RS Darurat GBT untuk Perawatan Pasien Covid, Khofifah Apresiasi upaya Pemkot Surabaya

Gubernur  Khofifah bersama Kapolda dan Pangdam meninjau lokasi GOR Indoor di kompleks kawasan Gelora Bung Tomo Surabaya.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur  Khofifah bersama Kapolda dan Pangdam serta Kabinda meninjau lokasi GOR Indoor di kompleks kawasan Gelora Bung Tomo Surabaya yang akan dijadikan RS Darurat Covid-19, Kamis (22/7/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - GOR Indoor di kompleks Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya akan dijadikan RS Darurat Covid-19. Jajaran Forkopimda Jawa Timur yaitu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda dan Pangdam serta Kabinda meninjau kesiapan lokasi tersebut, Kamis (22/7/2021).

Rencananya GOR Indoor di GBT ini akan dijadikan RS Darurat yang merawat pasien covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

Berkapasitas 225 bed, RS Darurat ini akan segera beroperasi dalam waktu dekat. 

Secara khusus Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa dirinya mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang melakukan langkah strategis dalam upaya penangana covid-19 dengan mendirikan RS Darurat ini. Menurutnya RS Darurat ini akan menguatkan upaya kuratif dan meningkatkan layanan dalam menyembuhkan pasien covid-19. 

"Ini penting untuk mitigasi. Bahwa di Surabaya telah disiapkan asrama haji bagi yang OTG lalu bagi pasien dengan gejala ringan hingga sedang disiapkan di beberapa tempat. Artinya ini semua adalah ikhtiar untuk memberikan layanan kuratif yang terbaik," tegasnya. 

Meski begitu, Khofifah menegaskan bahwa penyediaan layanan kuratis ini adalah upaya sektor hilir.Hulunya tetap adalah vaksinasi, serta tetap menjaga protokol kesehatan. 

Menurut informasi, RS Darurat di GOR Indoor komplek GBT ini akan dioperasikan dalam waktu yang tak lama lagi. Tinggal menunggu peralatam oksigen masuk ke lokasi, maka layanan ini sudan bisa dimanfaatkan. 

"Jadi saya bersama Pangdam Kapolda Kabinda dan juga Sekda meninjau persiapan RS Darurat yang disiapkan kota Surabaya. Di sini di siapkan 225 bed dan di sini ini HCU. Kalau HCU untuk gejala sedang. Yang belakang itu untuk yang gejala ringan," tegasnya. 

Sedangkan bagi pasien yang gejala sedang namun ternyata mengarah ke gejala berat, maka RS BDH Surabaya telah disiapkan untuk rumah sakit penyangga.

Dengan prosedur layanan yang telah matang disiapkan, Khofifah mengapresiasi karena antara layanan bagi OTG, gejala ringan hingga sedang dan berat semua telah bersambung. 

"Semua persiapan ini kalau tidak terpakai tentu lebih bagus. Tapi kita harus memastikan bahwa antar forkopimda nyambung untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat yang sedang terpapar covid-19," tegasnya. Foto

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved