Breaking News:

Regional

Siasat Licik Wanita Cantik Jadi Otak Perampokan Mobil Fortuner, Siti Terkena Covid-19

Kedua anak buah Siti mengancam korban sambil membawa linggis. Saat itu juga kaki dan tangannya diikat serta menutup mata korban dengan lakban.

Tribun Jateng
TRIBUNJATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS Siti Kholifah alias Ganis (25) bersama Agus Sentoso (30) saat digiring petugas untuk predd rilid di Polrestabes Semarang. 

Namun nahas, tidak satu pun orang yang menolongnya.

Akhirnya korban jalan kaki menuju Polsek Tembalang untuk melaporkan kejadian yang menpanya.

"Kemudian melaporkan ke kami dan akhirnya kami menangkap dua orang (tersangka) ini di Kabupaten Madiun dan kendaraan ditemukan di pinggir jalan Kabupaten Demak," jelasnya.

Bingung Menyimpan Mobil Rampokan

Indra menuturkan mobil itu ditinggal di Demak karena pelaku hanya ingin menguasai barang-barang milik korban.

Selain itu pelaku juga bingung menyimpan mobil fortuner tersebut.

"Pelat nomornya dibuang ke sawah yang tidak jauh dari TKP penemuan mobil," ujarnya.

Indra menambahkan Siti menjadi otak dari aksi kejahatan tersebut.

Siti mengatur semua rencana jahatnya itu bersama tiga anak buahnya.

"Pelaku hanya ingin menguasai barang milik pelaku saja," tuturnya.

Ia menuturkan barang bukti yang diamankan berupa mobil Fortuner, 2 ponsel IPhone 11 promax milik korban,  uang tunai Rp 2,2 juta, linggis, dan kendaraan roda dua. Tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP.

"Ancaman hukuman yang dikenakan pidana selama 12 tahun penjara," tandasnya.

Dihadapan petugas, Siti mengaku awal perkenalan dengan korban melalui direct message (DM) instagram.

Saat itu korban menjanjikan usaha investasi senilai Rp 1 miliar.

"Saya menyanggupi tapi tidak ada uangnya," kilah Siti.

Siti mengaku hanya ingin mengambil ponsel korban.

Namun dirinya tidak hanya mengambil ponsel milik korban.

Tapi pada kenyataannya Siti  membawa kabur dan menyetiri mobil milik korban. Dirinya bersama ketiga temannya merencanakan membuang korban.

"Yang membawa korban teman saya bertiga. Yang menyetir mobil dari rumah saya. Lalu korban diturunkan tidak dibuang," elaknya.

Siti mengelak ketika putar balik setelah  membuang korban.

Dirinya berkilah bersama teman laki-lakinya langsung setelah menurunkan korban.

"Saya tidak putar balik dan mengejar," tuturnya sembari bersumpah mengangkat dua jarinya.

Terpapar Covid

Terkait sewa rumah, Siti menuturkan baru seminggu. Dirinya menyewa rumah untuk isolasi mandiri karena terpapar covid 19.

"Saya sewa rumah untuk isoman karena terpapar covid," ujarnya.

Menurut Siti, tiga teman laki-lakinya berkumpul di rumah sewanya atas kemauan sendiri.

Dirinya sama sekali tidak memerintahkan apapun.

"Mereka sendiri yang masuk. Saya hanya keluar saja. Tidak tahu di dalam diapakan," dalihnya.

Siti mengatakan dari korban cuma mengambil uang Rp 200 ribu di ATM. Dirinya mengaku di rekening korban hanya ada Rp 1,7 juta.

"Di rekening hanya ada Rp 1,7 juta. Saya mengambil di ATM Tlogosari. Saat itu korban memberitahu nomor pinnya," tutur dia.

Ia menuturkan membawa kabur mobil korban ingin mencuri ponsel korban.

Dirinya mengetahui  korban membawa lima buah ponsel di dalam mobilnya.
"Saya kira ada lima ternyata cuma ada dua," tandasnya.(TribunJateng)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved