Breaking News:

Berita Banyuwangi

Realisasi APBD Kabupaten Banyuwangi 43,9 Persen, Tertinggi di Jawa Timur

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, percepatan penyerapan APBD adalah untuk menjaga pergerakan ekonomi lokal.

Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Humas Pemkab Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI – Penyerapan APBD Banyuwangi termasuk yang tertinggi di Jawa Timur.

Per 15 Juli 2021, berdasarkan data Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Keuangan, belanja APBD Banyuwangi terserap hampir 44 persen, tepatnya 43,96 persen.

Serapan itu termasuk yang tertinggi di Jatim.

Hal tersebut disampaikan dalam bahan paparan dan pengarahan Mendagri kepada para kepala daerah saat rapat terkait penanganan pandemi Covid-19.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, percepatan penyerapan APBD adalah untuk menjaga pergerakan ekonomi lokal.

Di tengah dunia usaha yang melambat karena pandemi, APBD menjadi instrumen yang bisa berperan menggerakkan ekonomi.

”Meski kapasitas fiskal daerah saat ini juga relatif terbatas, kami terus mendorong penyerapannya agar bisa mendorong ekonomi lokal,” ujar Ipuk seusai meluncurkan program penciptaan pengusaha muda baru, ”Jagoan Bisnis”, secara virtual, Kamis (22/7/2021).

Ipuk mengatakan, penyerapan APBD cukup penting untuk menggerakkan perekonomian daerah.

Baca juga: Warga di Sekitar Pelabuhan Gresik Terima Bantuan Sembako di Masa PPKM Darurat

Gelontoran dana APBD melalui beragam pekerjaan dan belanja daerah bisa menjadi stimulan ekonomi warga.

"Salah satu kunci bantalan ekonomi saat ini memang ada pada belanja pemerintah, mengingat hampir semua dunia usaha terdampak pandemi. Oleh karena itu pemda harus optimal dalam penyerapan anggaran, sesuai arahan Presiden Jokowi dan Ibu Gubernur," ujar Ipuk.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved