Breaking News:

Berita Gresik

Penghuni Kos di Gresik Diduga Dikeroyok Peserta Gantangan Burung, Akibat Unggah Kerumunan di Medsos

Ari mengaku dianiaya oleh beberapa orang di depan tempat kosnya. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka di wajah dan tubuhnya.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Deddy Humana
Foto Polsek Manyar Gresik
Petugas mengamankan kendaraan para peserta arena gantangan burung, Desa Peganden, Kecamatan Manyar Gresik, Kamis (22/7/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Maksudnya baik yaitu melaporkan adanya kerumunan, seorang warga Gresik malah dianggap usil dan dikeroyok sampai babak belur. Kejadian itu menimpa Ahmad Ari Afandi (32), penghuni rumah kos di Desa Pegaden, Kecamatan Manyar yang dipukuli beberapa orang, Kamis (22/7/2021).

Penyebabnya, Ari mengunggah kerumunan gantangan burung di Desa Peganden di media sosial (medsos) pekan lalu. Para pelaku pengeroyokan diduga para peserta gantangan tersebut.

Ari mengaku dianiaya oleh beberapa orang di depan tempat kosnya. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka di wajah dan tubuhnya.

Kapolsek Manyar, AKP Bima Sakti Pria Laksana menyebut bahwa kasus penganiayaan sedang ditangani. Petugas melakukan proses penyelidikan mengidentifikasi siapa saja orang yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

"Para pelaku melakukan penganiayaan dengan cara memukul menggunakan tangan kosong dan alat pipa shock breaker serta kayu. Juga menendang pada bagian kaki badan dan kepala korban," ungkap Bima, Kamis (22/7/2021).

Pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap kasus ini. Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat korban memposting gantangan burung tersebut ke medsos.

Dari postingan korban itulah tiga pilar Kecamatan Manyar, Polsek, Koramil dan Trantib langsung mendatangi lokasi, Sabtu (17/7/2021).

"Sekitar pukul 15.30 sampai 16.15 WIB, kami dari tiga pilar Kecamatan Manyar membubarkan arena gantangan burung dalam rangka penegakkan aturan PPKM Darurat," terangnya.

Alumni Akpol 2013 itu menyebut bahwa pembubaran dilakukan karena arena gantangan burung di Desa Peganden tersebut mendatangkan massa, sehingga terjadi kerumunan.

Pihaknya memberikan teguran keras dan tindakan kepada pemilik burung serta pengikut gantangan burung yang melanggar ketentuan PPKM Darurat.

Beberapa jam setelah pembubaran sekitar pukul 17.00 WIB di hari yang sama, sejumlah orang mendatangi tempat kos korban yang tidak jauh dari arena. Diduga mereka tidak terima dengan postingan korban, sehingga gantangan burung dibubarkan. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved