Breaking News:

Berita Gresik

Ketua DPRD Gresik Prihatin Nasib Rakyat Akibat PPKM, Desak Pemerintah Buat Skema Pemulihan

Bagaimana dengan nasib para pelaku MKM, bagaimana dengan warga kita yang masih mengandalkan kerja harian untuk kebutuhan sehari.

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochamad sugiyono
Ketua DPRD Kabupaten Gresik Much. Abdul Qodir (kiri). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Perpanjangan PPKM darurat sampai 25 Juli 2021 dianggap menjadi cara terbaik untuk menjaga kesehatan masyarakat yang dikelilingi pandemi. Tetapi pemerintah pusat juga didesak membuat skema kebijakan terkait dampak non kesehatan bagi rakyat kecil.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Moch Abdul Qodir, karena melihat bahwa PPKM tetap tidak banyak memulihkan kondisi ekonomi masyarakat.

Misalnya dampak pada pengusaha usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Karena menjalankan usaha adalah cara untuk membantu kelangsungan hidup mereka.

"Bagaimana dengan nasib para pelaku MKM, bagaimana dengan warga kita yang masih mengandalkan kerja harian untuk kebutuhan sehari. Ini semua harus dipikirkan," kata Qodir yang juga ketua DPC PKB Kabupaten Gresik, Kamis (22/7/2021).

Akibat dari PPKM darurat tersebut, jelas Qodir, banyak kegiatan sosial, bisnis dan usaha yang dibatasi oleh penegak hukum. Sehingga masyarakat sangat terdampak.

Karena pembatasan itu, maka hampir semua sendi kehidupan masyarakat hanya bergantung bantuan sosial atau paket sembako yang dibagikan rutin. Sama sekali tidak ada keleluasaan untuk melakukan aktivitas ekonomi secara bebas.

"Maka harus ada solusi yang jelas dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," tambahnya.

Seperti diketahui, PPKM darurat diperpanjang sampai 25 Juli 2021. Sebelumnya, pemerintah pusat memberlakukan PPKM darurat mulai 3 sampai 20 Juli 2021 untuk menekan penyebaran Covid-19. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved