Breaking News:

Berita Lamongan

Isoman Terpusat Direspon Cepat, TNI, Polri dan Pemkab Lamongan Langsung Gelontor Bantuan

Pemerintah bisa melakukan tindakan pencegahan dengan memberikan pengobatan, dan bantuan lainnya secara cepat.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hanif manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi didampingi Dandim 0812, Letkol Sidik Wiyono dan Kapolres AKBP Miko Indrayana menyerahkan bantua dan meluncurkan bantuan sekaligus persiapan tempat Isoman mandiri terpusat, Kamis (23/7/2021) 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Kemauan pemerintah pusat untuk mewujudkan adanya tempat isolasi mandiri terpusat direspon cepat oleh Pemkab Lamongan.

TNI/Polri dan Pemkab Lamongan Jawa Timur langsung mengondisikan semua Forpimcam se-Kabupaten Lamongan dibarengi dengan seremonial apel pagi pendistribusian bantuan sembako dan terhadap masyarakat terdampak PPKM, di Makodim 0812 Lamongan, Kamis (23/7/2021).

Kepastian isoman akan dipusatkan baik di level Desa, Kecamatan maupun Kabupaten tersebut, disampaikan bupati Yuhronur Efendi, dan kini semuanya dalam persiapan.

Menurut Yuhronur, dengan isoman terpusat yang segera diterapkan ini, diharapkan masyarakat isoman ini bisa terpantau, dan pemerintah bisa melakukan tindakan pencegahan dengan memberikan pengobatan, dan bantuan lainnya secara cepat.

Ia meminta jajarannya dibawah, sebagai pemimpin di lapangan harus peduli, dan cari informasi terhadap apa yang terjadi di masyarakat.

Baca juga: Tim DKPP Kota Kediri Periksa Daging Hewan Kurban, Pastikan Sehat dan Aman untuk Dikonsumsi

"Sesuai instruksi bapak presiden pemerintah harus hadir, jangan sampai masyarakat tidak tahu informasi di lapangan, lindungi masyarakat, dan ajak masyarakat untuk taat prokes," ungkapnya.

Senada diungkapkan Dandim 0812 Letkol Inf. Sidik Wiyono, ada pola baru dalam penanganan covid-19, salah satunya, Isoman yang disentrakan atau terpusat.

"Masing-masing di daerah harus menyiapkan isolasi terpusat di Desa, kalau tidak mampu baru di Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi," katanya.

Isoman terpusat tersebut tambah Dandim, dilakukan karena dari hasil penanganan selama ini khusus yang melaksanakan isoman tanpa terawasi, setelah sakitnya parah baru ke rumah sakit.

"Selama ini pengawasan isoman di rumahnya sendiri-sendiri kurang terawasi, karena memang tidak ada laporan, setelah sakitnya parah baru melapor ke satgas dan baru di bawah ke rumah sakit," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved