Breaking News:

Berita Surabaya

Dindik Jatim Rumuskan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Usai Pelaksanaan PPKM Darurat

Selama pelaksanaan PPKM, pembelajaran dilakukan secara daring sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Foto Ilustrasi pembelajaran tatap muka siswa di sekolah saat pandemi covid-19. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Giat vaksinasi yang gencar dilakukan untuk remaja hingga guru dan tenaga pendidikan membuat Dinas Pendidikan Jawa Timur berencana merumuskan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas usai pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tanggal 26 Juli 2021 mendatang.

"Pembelajaran jarak jauh tidak efektif. Sehingga PTM sangat perlu dilakukan terutama untuk siswa SMK. Setelah PPKM akan kita rumuskan PTM terbatas," kata Kepala Dindik Jawa Timur Wahid Wahyudi, Kamis (22/7/2021).

Wahid mengatakan selama pelaksanaan PPKM, pembelajaran dilakukan secara daring sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

"Di Jatim semua masuk level tiga dan empat. Semua kabupaten/kota dilakukan pembelajaran daring atau dari rumah," kata Wahid.

Pada kesempatan yang sama, Wahid menyebut guru dan tenaga pendidikan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi banyak yang sudah divaksinasi Covid-19, namun capaiannya belum 100 persen.

Baca juga: Pengemudi Ojol dan Sopir di Kabupaten Trenggalek Terima Paket Bantuan Sosial

"Guru dan tenaga pendidikan yang sudah divaksin pertama itu sebanyak 89 persen, sedangkan yang sudah vaksin kedua itu 72 persen. Ini dilanjut terus sampai mencapai 100 persen," ujarnya.

Selama satu pekan ini, Dindik Jatim mengoptimalkan vaksinasi Covid-19 pelajar khususnya tingkat SMA/SMK sederajat.

Beberapa kabupaten/kota disebut Wahid, juga sudah mencanangkan vaksinasi Covid-19 untuk para siswa.

"Di antaranya, Kota Surabaya, Jombang dan Tuban," kata Wahid.

Khusus Surabaya, Wahid menyampaikan kalau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 berjalan lancar.

Beberapa hari lalu program ini telah berjalan di SMAN 5 Surabaya, kemudian hari ini di SMAN 6 Surabaya.

Rencananya pada Jumat (23/7/2021) dilanjut ke SMA Trimurti Surabaya.

"Tentu ini diikuti kabupaten/kota yang lain. Sehingga pada saat pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan diharapkan semua warga sekolah sudah divaksin," pungkasnya.

BACA BERITA SURABAYA LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved