Breaking News:

Berita Pamekasan

Diharapkan Pulihkan Ekonomi Daerah, Ribuan UMKM Pamekasan Diusulkan Dapat Bantuan dari Kemenkop RI

"Sebaran dari 14.000 UMKM yang tahun 2020 lalu dapat bantuan itu kami kurang paham," kata Fata, Kamis (22/7/2021).

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Deddy Humana
surya/kuswanto ferdian
Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop dan UKM) Pamekasan, Abdul Fata. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Resistensi pelaku usaha kecil di masa krisis telah terbukti mampu menopang ekonomi daerah. Karena alasan itulah, Pemkab Pamekasan kembali mengusulkan bantuan untuk sebanyak 8.009 pelaku UMKM ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UMKM) RI tahun ini.

Usulan itu diajukan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop dan UKM) Pamekasan. Bantuan tersebut berupa Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari Kemenkop.

Plt Kepala Diskop dan UKM Pamekasan, Abdul Fata menjelaskan, pelaku UMKM yang akan diusulkan mendapatkan BPUM tahun 2021 ini sebanyak 8009 orang. Dengan bantuan itu, maka ribuan pelaku UMKM diharapkan bisa kembali memutar atau memperkuat usahanya, yang imbasnya bisa memulihkan perekonomian daerah.

Dijelaskan Fata, pengajuan usulan untuk mendapatkan bantuan UMKM itu sudah dimulai sejak April 2021 sampai awal Juli 2021. Sementara pada tahun 2020 lalu, sudah tercatat 14.000 pelaku UMKM di Pamekasan yang mendapatkan BPUM dari pemerintah.

"Sebaran dari 14.000 UMKM yang tahun 2020 lalu dapat bantuan itu kami kurang paham," kata Fata, Kamis (22/7/2021).

Menurut Fatam pada 2020 lalu, bukan hanya Dinas Koperasi Pamekasan saja yang mengajukan permohonan kepada Kemenkop UMKM untuk mendapatkan BPUM. Melainkan ada lembaga keuangan dan non lembaga keuangan yang ikut mengajukan permohonan bantuan.

Seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, Pegadaian dan dari non lembaga keuangan. "Yang usulan 2021 masih belum tersentuh sama sekali. Karena semua masih menunggu proses verifikasi," jelasnya.

Dijelaskan Fata, UMKM yang akan mendapat BPUM pada 2021 ini nominalnya berbeda dengan 2020 lalu. Pada 2020 lalu, setiap UMKM dapat uang bantuan sebesar Rp 2,4 juta.

Sedangkan tahun 2021 ini, UMKM akan dapat bantuan sebesar Rp 1,2 juta. "Nanti kemungkinan akan ada tambahan penerima lagi, namun belum pasti. Karena penerimanya masih fokus ke usulan tahun 2021 ini," bebernya.

Penilaian Fata, sistem pengajuan UMKM yang akan dapat BPUM pada 2021 ini lebih bagus dibandingkan dengan 2020 lalu. Sebab pemerintah telah membentuk kelompok kerja (Pokja) di masing-masing kabupaten.

Ia memperkirakan, kemungkinan UMKM yang pada 2020 lalu sudah mendapat BPUM, bisa menerima kembali pada 2021 ini. Namun kemungkinan juga, bisa tidak dapat.

"Formulasi untuk mendapatkan itu kami juga kurang paham. Karena prosesnya langsung dari pusat. Yang jelas ada dua program saat ini, yaitu pembersihan duplikasi data dan yang sedang menikmati pinjaman di bank," tutupnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved