Breaking News:

Berita Nganjuk

Buruh Tani Asal Kediri Ditangkap Polisi Nganjuk Diduga Jadi Pengedar Pil Koplo

Edarkan pil koplo jenis double L, HS (23) buruh tani warga Desa Purwodadi Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri diamankan Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
Foto: satnarkoba polres nganjuk
HS asal Kabupaten Kediri saat diamankan di Satresnarkoba Polres Nganjuk.   

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Edarkan pil koplo jenis double L, HS (23) buruh tani warga Desa Purwodadi Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri diamankan Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Dari tangan tersangka diamankan satu plastik klip berisi 83 butir pil koplo jenis double L dan satu unit sepeda motor Honda Supra nopol AG 2367 DK, dan uang tunai diduga hasil penjualan pil koplo senilai Rp 200 ribu.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka pengedar pil koplo asa Kabupaten Kediri tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima Satresnarkoba Polres Nganjuk. Dimana di wilayah Desa Rowomarto Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk masyarakat resah oleh peredaran pil koplo.

"Informasi itupun langsung dilakukan tindaklanjut dengan penyelidikan oleh Resmob Satresnarkoba," kata Supriyanto, Kamis (22/7/2021).

Dari penyelidikan yang dilakukan, dikatakan Supriyanto, Satresnarkoba mengamankan salah seorang warga yang kedapatan membawa pil koplo.

Dari keterangan warga tersebut, pil koplo didapatkan dari membeli dari tersangka HS. Keterangan itupun langsung dilakukan tindaklanjut penangkapan terhadap tersangka HS yagn kebetulan berada di salah satu rumah di Desa Rowomarto.

Tersangka HS tidak dapat mengelak dari tuduhan setelah ditemukan sejumlah barang bukti dari tanganya.

"Tersangka beserta barang bukti yang diamankan langsung dibawa ke Mapolres Nganjuk," ucap Supriyanto.

Dalam pemeriksaan, menurut Supriyanto, tersangka mendapatkan pil koplo dari salah seorang di wilayah Kabupaten Kediri. Dan saat ini kasus peredaran pil koplo yang dilakukan oleh warga asal Kabupaten Kediri tersebut masih dilakukan pengembangan.

"Untuk tersangka pengedar pil koplo itu terancam dijerat dengan UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dan tersangka terancam hukuman hingga 15 tahun penjara," tutur Supriyanto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved