Breaking News:

Berita Kediri

Belum Pahami 3T untuk Hambat Sebaran Covid-19, Warga Kota Kediri Tetap Diimbau Kooperatif

Sejauh ini hanya terkendala banyaknya warga Kota Kediri yang tidak paham pentingnya tracing, testing dan treatment.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Salah satu kegiatan rapid test yang dilakukan petugas di Kota Kediri untuk mendeteksi virus Covid-19. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengimbau kepada masyarakat untuk mendukung kegiatan tracing, testing dan treatment (3T) yang dilakukan petugas.

Saat ini target testing harian di Kota Kediri mencapai 624 tes dengan target tracing 1 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, lalu sebanyak 15 hingga 30 orang yang melakukan kontak erat.

Abu bakar meminta warga bersedia mengikuti proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif serta melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan swab test.

"Jika dilihat varian delta ini penyebarannya lebih cepat, sembuhnya lebih cepat, namun kematian pun jadi lebih cepat,” ungkap Abu Bakar, Kamis (22/7/2021).

Wali kota juga meminta warga untuk tidak takut apabila hasil test positif, karena dapat segera dilakukan treatment sehingga virusnya tidak menyebar, lebih mudah terselamatkan jiwanya dan mendapat bantuan dari pemerintah.

“Warga tidak perlu khawatir untuk kebutuhan sehari-hari, Pemkot Kediri sudah menyiapkan bantuan melalui Dinas Sosial ataupun bantuan isoman (Batman),” jelasnya.

Dijelaskan, pemkoy telah melakukan penanganan pandemi Covid-19 mulai dari hulu hingga hilir. Penanganan di hulu seperti pembatasan mobilitas dan penerapan protokol kesehatan, sementara penanganan hilir berupa pelayanan isolasi mandiri, pelayanan isolasi terpusat dan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

“Kalau penanganan di hulu tidak dilakukan secara maksimal, maka di hilirnya kita tidak mampu mengatasinya. Berapapun penambahan jumlah tempat tidur yang kita sediakan tidak akan mampu menampung jumlah pasien yang dirawat. Itu kalau penanganan di hulu tidak dilakukan secara maksimal,” jelasnya.

Kepada warga Kota Kediri yang sedang menjalani isolasi mandiri juga disampaikan terima kasih karena telah bekerja sama dengan pemerintah dengan bersedia mengikuti tracing, testing dan treatment.

Hal ini diperlukan untuk mengurangi penyebaran Covid-19 agar pandemi cepat berakhir. Sejauh ini hanya terkendala banyaknya warga Kota Kediri yang tidak paham pentingnya tracing, testing dan treatment.

Seperti kasus di Kecamatan Pesantren, warga satu RT kompak menolak dilakukan pelacakan kontak tracing dan swab test antigen. Padahal ada warga di RT yang meninggal setelah dinyatakan positif Covid-19.

Petugas telah mendatangi rumah keluarga pasien yang meninggal terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kami melihat di dalam rumah ada orang, bahkan petugas sudah menggedor pintu berkali-kali, namun tidak satupun yang keluar,” ungkap Dwi Nugraheni, Kepala Puskesmas Pesantren II. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved