Breaking News:

Berita Lamongan

Bak Wabah, Kenaikan Harga Cabai Rawit Merembet ke Lamongan dan Melonjak Hampir 100 Persen

bawang merah naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 27.000 per KG. Sedangkan harga bawang putih masih stabil yaitu Rp 28.000 per KG

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Pedagang di Pasar Sidoharjo Lamongan ikut merasakan dampak kenaikan harga cabai dan bumbu dapur lainnya. Pasokan berkurang, harga menjulang. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Tidak berbeda dengan Covid-19, kenaikan harga cabai rawit dan beberapa bumbu dapur juga menyebar ke daerah lain. Setelah Sumenep mencatatkan harga cabai rawit Rp 12.000 per KG, kini Lamongan juga mengalami hal itu bertepatan dua hari setelah Idul Adha, Kamis (22/9/2021).

Naiknya harga cabai rawit ditengarai akibat kondisi cuaca dan pasokan berkurang saat naiknya permintaan bertepatan momen Idul Adha. Tidak hanya cabai rawit, harga tomat dan bawang merah juga mengalami kenaikan meski tidak setinggi harga cabai rawit.

Harga cabai rawit di Lamongan mencapai Rp 59.000 per KG dari sebelumnya Rp 30.000 per KG. Sementara harga tomat Rp 10.000 per KG dari sebelumnya Rp 18.000 per KG.

Sementara bawang merah naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 27.000 per KG. Sedangkan harga bawang putih masih stabil yaitu Rp 28.000 per KG.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Muhammad Zamroni membenarkan kenaikan harga cabai mencapai hampir 100 persen. "Benar harga cabai rawat naik, karena pasokan kurang," kata Zamroni kepada SURYA, Kamis (23/7/2021).

Kenaikan harga cabai itu, menurut Zamroni, dipengaruhi kondisi cuaca yang menyebabkan sebagian besar petani mengalami gagal panen. Dan itu berpengaruh pada minimnya pasokan ke pedagang. Namun harga Rp 59.000 itu masih terbilang aman.

"Kenaikan di harga itu (Rp 59.000) masih relatif aman. info dari petani, kenaikan harga itu karena ada perubahan cuaca, jadi cabai banyak gagal panen terutama di daerah penghasil cabai," ungkapnya.

Itu berarti pasokan cabai rawit di tingkat pedagang berkurang. Maka yang terjadi adalah hukum ekonomi pasar.

Berdasarkan data Disperindag dari empat pasar induk di Lamongan, yaitu Pasar Sidoharjo, Pasar Babat, Pasar Blimbing, dan Pasar Mantup, harga kebutuhan pokok dan sembako masih relatif stabil. Meski ada beberapa bahan dapur yang mengalami kenaikan harga.

Namun dua hari pasca Idul Adha, tambah Zamroni, diikuti naiknya beberapa komoditas lainnya, termasuk wortel dan tomat, meski tidak sampai mencekik konsumen.

Selain itu para pedagang di sejumlah pasar tradisional juga masih banyak yang belum membuka standnya. Salah seorang pedagang di Pasar Sidoharjo, Mulyani (43) mengaku risau atas kondisi harga beberapa komoditas itu.

Ia mengakui bahwa dua hari pasca Idul Adha, banyak komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti bawang merah dan tomat.  "Itu karena pasokannya yang kurang. Dan yang paling mencolok adalah harga cabai rawit," ujarnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved