Breaking News:

Berita Bangkalan

Surprise saat Ultah! Pengusaha Bangkalan Shock Kafenya Dijarah Maling, Pelaku Malah Gertak Polisi

Awalnya ibu dua anak itu memilih diam karena mengira salah seorang karyawannya sengaja membuat kejutan di momen ultah.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
Surprise saat Ultah! Pengusaha Bangkalan Shock Kafenya Dijarah Maling, Pelaku Malah Gertak Polisi - pencurian-di-kafe-bangkalan-1.jpg
surya/ahmad faisol
Rekaman CCTV pada Coffe and Eatery milik Fitri di komplek Perumahan Graha Mentari, Kelurahan Mlajah Bangkalan, memperlihatkan sosok pria tengah berada di kasir, Rabu (21/7/2101)
Surprise saat Ultah! Pengusaha Bangkalan Shock Kafenya Dijarah Maling, Pelaku Malah Gertak Polisi - pencurian-di-kafe-bangkalan-2.jpg
surya/ahmad faisol
Pelaku pencurian yang mengaku bernama Raden Kiai ditangkap warga Perumahan Graha Mentari setelah mengacak-acak Coffe and Eatery dan berupaya membawa kabur sebuah mobil Nissan Juke, Rabu (21/7/2021).

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Surprise atau kejutan pada momen spesial seperti ulang tahun (ultah), lumrah dialami setiap orang. Namun peristiwa mengerikan malah menimpa Fitri, seorang pengusaha kafe, karena Navia Coffe and Eatery miliknya malah diacak-acak maling, Rabu (21//7/2021).

Ibu muda itu mengaku kemalingan saat ultahnya yang ke-42, bersamaan perayaan Idul Adha, Selasa (20/7/2021) kemarin. Bahkan ia menyaksikan sendiri bagaimana maling itu menjarah kafe miliknya.

“Hadiahnya kemalingan. Ultah saya kemarin, 20 Juli, saya usia 42 tahun. Surprise-nya maling, ngeri pokoknya,” ungkap Fitri mengawali kalimatnya dengan SURYA melalui sambungan seluler, Rabu (21/7/2021).

Pagi itu, Fitri dikagetkan tayangan sosok pria dari sorotan CCTV kafe sekitar pukul 04.30 WIB. Pria berpeci hitam dan mengenakan kaos hitam kombinasi warna merah itu terekam tengah mengacak-acak kasir dan dapur. Bahkan pria yang tak dikenalnya itu sempat berlama-lama di dalam kamar mandi.

Awalnya ibu dua anak itu memilih diam karena mengira salah seorang karyawannya sengaja membuat kejutan di momen ultah.

Namun setelah dua putrinya yang berusia 11 tahun dan 10 tahun menjerit karena ketakutan, Fitri memberanikan diri keluar kamar. Sedangkan tiga karyawannya tidur di kamar lantai II.

“Saat saya keluar kamar, si maling masuk mobil Juke. Sedangkan kunci Toyota Innova dibuang di samping mobil. Bahkan si maling bilang mobil itu miliknya. Ia menggertak, saya sampai mengaku sebagai pembantu karena takut, tetapi tetap berupaya menghubungi polisi,” papar Fitri.

Sejumlah tetangga perumahan pun terkecoh ulah si maling. Pasalnya, si maling berganti pakaian dengan seragam karyawan kafe. Bahkan pihak keamanan perumahan sempat dimintai bantuan untuk memasukkan motor Honda Beat milik maling ke jok belakang namun gagal.

Tidak berhenti di situ, si maling malah menggertak polisi yang tiba di lokasi. Kepada polisi, Fitri pun menunjukkan kondisi acak-acakan di kasir dan dapur. Semua rokok diambil, termasuk dua tab. Sedangkan laptop digeletakkan begitu saja di kasir.

“Malingnya tetap berada di jok kemudi mobil Juke, tidak bisa mengoperasikan mungkin karena matic. Jadi hanya menginjak-injak pedal gas sehingga mesin mobil berbunyi nyaring. Tuas AC berada di level turbo,” pungkas perempuan asal Kelurahan Kemayoran itu.

Mendapat penjelasan dari Fitri, warga pun geram dan seketika menghakimi si maling. Polisi langsung membawanya ke Polres Bangkalan berikut barang bukti, di antaranya dua buah tab, speaker aktif, sejumlah seragam karyawan, kipas angin, dan mik.

Di hadapan penyidik Satreskrim Polres Bangkalan, maling itu malah bertingkah membingungkan dan berlagak hilang ingatan. Ia mengaku bernama Raden Kiai, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dijawab dengan tidak logis hingga membuat para penyidik kehabisan kata-kata.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo menyatakan, pihaknya masih mendalami perilaku pria yang mengaku dari Kecamatan Sampang itu. Bahkan melalui Polsek Karang Pinang, pihak kepala desa akan membawa surat keterangan atas kondisi pria tersebut.

“Ada dugaan gangguan mental, besok kami akan membawanya ke psikiater Polda Jatim untuk memastikan kesehatannya. Sebelum berada di lokasi kejadian, pria itu dikabarkan mengaku sempat berada di kawasan wisata religi di Martajasah,” singkat Sigit kepada SURYA ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved